.Berikut kami tampilkan posting dari sahabat yang lainnya, silakan menyimak
KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF??

Bismillah
segala puji hanya milik ALLAH yang sampai saat ini masih memberikan
kita nikmat Iman, Islam, sehat, nikmat dalam menjalankan sunnah
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatya.
Judul
pada note kali ini “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” itulah gambaran
yang pas atau sesuai yang menggambarkan betapa bahagianya ana bisa
mengenal dakwah ini. Mungkin sebagian orang masih asing dengan kata
shalafush shalih, salaf, salafi dan as-Salafiyyun, bahkan diantara orang
yang sudah mengetahui kata-kata tersebut masih salah kaprah atau salah
mengartikan kata-kata tersebut, sehingga rancu untuk diterjemahkannya
atau salah dalam mengartikannya. Tapi saya tidak ingin membahasnya
terlalu lebar, karena ada buku yang sudah membahasnya insyaALLAH ana
akan memberikan refrensinya sebagai rujukan untuk dipahami, InsyaALLAH.
Beralih
ke pengalaman ana dalam mengenal dakwah islam, pada awalnya ana hanya
seorang awam mungkin sampai saat ini juga masih awam dan butuh banyak
belajar, sepengalaman ana yang masih berumur 20 th terkadang emosi
sedang membara, semangat sedang berkoar-koar, berpikiran idealis, ingin
tampil jadi yang terbaik ya itulah sedikit gambaran tentang anak muda.
Ana
sangat mengalami betul ketika jauh dari ilmu agama, malah saking
jahil/bodoh ana menganggap semua agama itu baik, tidak mengetahui apa
itu tauhid, syirik, sunnah, bid’ah dan lain-lain dalam perkara agama,
emank benar hidup dalam kebodohan sangat tidak enak, gampang diajak
kesana kemari. Jujur ana pernah ikut khurujnya jamaah tabligh, ana
menganggap wah kelompok ini benar dengan memakai jubah atau gamis,
berjenggot, khusyuk dalam ibadah dan zikir seolah-olah ini lah jalan
yang selamat, jalan yang lurus, jalan yang dijanjikan surga tapi
ternyata mereka adala thoreqot sufi yang identik disebut dengan sufiyah
gaya baru, wal iyaadhu billah, apa jadinya ana kalau tidak diberi
petunjuk oleh ALLAH, mungkin ana sudah sesat seumur hidup.
Ya
sekali lagi hidup dalam kebodohan dalam memahami agama sangat tidak enak
hanya memandang dari luarnya saja tanpa mau mengkaji ilmunya, sangat
disayangkan apabila anak muda dizaman sekarang ini hanya menggunakana
hawa nafsunya saja dalam menjalankan Islam, tetapi tidak tahu dalil yang
diterima shahih atau tidak. Ana akan kasih contoh sedikit, ketika itu
ana sekolah dan setiap pelajaran agama Islam pasti ada praktek wudhu
atau shalat, ketika ana praktikan wudhu dan shalat sesuai dengan buku
yang ana punya dahulu memang tidak ada perbedaan pendapat dengan guru
agama di sekolah, dan gurunya pun tidak menegur kalau ini salah atau
betul dan yang sangat membuat diri ana malu pada saat ini, kenapa ana
tidak tanyakan kepada guru tersebut “pak dalilnya apa kalau kita harus
berwudhu dan shalat dengan gerakan semacam ini?” itulah yang membuat ana
menyesal sampai saat ini, betapa bodohnya dan malasnya dalam menuntut
ilmu dien.
Sampai akhirnya ana mengetahui dalil-dalinya dalam
berwudhu dan shalat dan ternyata sangat bertolak dengan yang ana
praktekan ketika sekolah dahulu.hmmmm nasi sudah menjadi bubur, bukan
berarti ana patah semangat, justru harus semangat untuk mengetahui agama
yang haq itu seperti apa. Oke kita beralih ke pengalaman berikutnya,
mungkin sebahagian antum sudah tahu yang namanya NII(Negara Islam
Indonesia) ya ana hampir pernah kejebak dengan kelompok sesat ini, gak
kebayang bisa kenal sama kelompok kaya gini, bawain dalil Al-Quran
sepotong-potong tanpa membawakan dalil lainya untuk memperkuat. Untung
saja ana tidak masuk dalam kelompok ini, kejadian ini ketika ana baru
lulus SMA. Memank kelompok ini mencari anak-anak muda yang tidak
memiliki pemahaman agama dan ketika itu ana masuk dalam kategori incaran
mereka.
Ketika membeli buku dan mendapatkan buku dari orang, ana
tidak tahu apakah penerbit ini adalah penerbit yang haq, mengajarkan
sesuai dengan tuntunan Rasulullah yang shahih, ketika itu ana masih anak
muda yang bodoh, asal beli saja. Dan ketika ana sudah mengenal dakwah
yang haq baru ana tahu bahwa buku yang pernah dibeli dahulu adalah
bukunya orang-orang JIL(jaringan Islam Liberal), rasanya lagi-lagi hidup
dalam kebodohan tidak ada enaknya sama sekali, tapi untungnya bukunya
udah ana robek-robek. Lagipula kalau kita baca buku mereka, susah sekali
untuk dipahami ilmu yang gak bermanfaat deh pokoknya, jadi ana robek2
aja.
Kemudian mulailah ana masuk Kuliah, disini lah mulai jalan
terbuka untuk ana yang ingin mendalami Islam dengan adanya liqo di
kampus dan merupakan syarat wajib bagi mahasiswa baru ketika itu.
Ternyata emank asik kumpul dalam satu liqo untuk sharing dalam agama,
jadi tidak ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak,
istilah kerenya sih bebas dalam mengutarakan pendapat yah karena yang
dibahas juga bersifat umum bukan bersifat khusus atau bukan membahas
yang bersifat ilmu, ada pun yang bersifat khusus itu sangat sedikit
sekali yang membahas masalah ilmu, yang ada kebanyakan politik, ekonomi,
film Islami ,perkembangan masyarakat sekarang ini bagaimandll ibaratnya
tidak lebih dari berita koran. Awalnya ana sendiri tidak ada curiga,
karena ana sendiri masih jahil, tidak tahu sebenarnya kelompok ini
kelompok apa???!!! Apakah kelompok yang sesuai sunnah atau tidak, yang
ana lihat kakak mentornya Isbal(menjulurkan celana melebihi mata kaki),
jenggotnya dicukur, yah ketika itu ana belum tahu sama sekali apa
hukumnya isbal dan jenggot.
Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang memerintahkan untuk memelihara jenggot, membiarkannya
tumbuh dan menyuburkannya serta memotong kumis dan memendekkannya. Yang
seharusnya adalah mentaatinya dan mengagungkan perintah dan larangannya
dalam segala perkara. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan, bahwa para
ulama telah sepakat bahwa memelihara jenggot dan memotong kumis termasuk
perkara yang diperintahkan. Adalah kebinasaan dan kerugian serta akibat
yang buruk bagi yang bermaksiat terhadap Allah dan RasulNya. Begitu
pula meninggikan pakaian hingga di atas mata kaki, merupakan perkara
yang diperintahkan, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
“Artinya : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot
memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [Shahih Muslim, kitab
Ath-Thaharah (260)]
“Artinya : Bagian yang melebihi mata kaki
yang tertutup pakaian, maka termpatnya di neraka” [Hadits Riwayat
Al-Bukahri dalam Shahihnya, kitab Al-Libas 5787]
.
Lagi-lagi
ana terjebak dalam kebodohan dan lembah hitam. Dikira ini baik
tahu-tahunya bukan, sampai serba salah jadinya. Alhamdulillah Allah
tidak mematahkan semangat ana untuk mencari yang haq(kebenaran). Ana
ingin bilang kalau hidayah itu benar-benar mahal sekali bahkan uang
bermilyaran atau triliyunan atau dunia dan seisinya tidak akan sanggup
untuk mengalahkan kemewahan hidayah yang ALLAH kasih terhdap hambanya,
tetapi perlu diingat bahwa hidayah tidak cukup hanya mengadahkan tangan
saja tanpa mau belajar dan mencari ilmunya, ALLAH akan memberikan
hidayah siapa yang Dia kehendaki dan ALLAH akan menyesatkan siapa yang
DIA kehendaki pula, tapi perlu diingat ALLAH itu tidak dzhalim terhadap
hambanya. Dengan kita mengkaji ilmu insyaALLAH hidayah itu datang atas
izin ALLAH dan mendapatkan hidayah itu tidak mudah apalagi
mempertahankan hidayah itu sendiri, butuh perjuangan, letihnya badan,
letihnya pikiran. Wah gak nyangka ana bisa berbagi pengalaman dengan
antum semua, hmmm mudah-mudahan tidak bosan atau jenuh dengan ana.he…
mungkin terlalu serius y bahasanya??!!tapi tenang aja, InsyaALLAH ana
bisa diajak bercanda koq.he…mungkin mata agak sedikit lelah karena
membaca note yang tulisannya kecil-kecil, boleh koq sambil diminum
tehnya atau kopinya atau air mineral juga gak apa-apa, kalau bisa sih
minum madu biar lebih fresh.he…oke kita lanjutkan ceritanya!!! Ana akan
membawakan dengan sedikit gaya bahasa yang lebih fresh, lebih enyak dan
tidak terlalu serius.he….karena kebanyakan orang sukanya yang unik tidak
monoton apalagi serius banget, malah yang paling parah bisa bikin tidur
karena bahasanya menggunakan istilah semua biar keliatan
pinternya.he…tenang aja ana gak suka menggunakan istilah-istialah yang
berada di luar nalar atau akal sehat koq(loh kaya orang ga waras
aja)siiip deh…mudah-mudahan masih semangat.
Setelah ana
mengetahui bahwa liqo yang diadakan kampus adalah IM(ikhwanul Muslimin),
awalnya ketika mengetahui nama tersebut masih asing ditelinga, memank
sih namanya berbau islam. Tapi jujur ketika itu ana sendiri tidak tahu
apa tujuan kelompok ini. Walah lagi-lagi ana ini bodoh, mau belajar
agama tetapi tidak tahu ilmunya bahasa gaulnya sih Taqlid(tukang
ikut-ikutan tanpa cari dalil). Sampai kemudian ana mulai mempelajari
sejarahnya siapa kelompok ini dan apa tujuannya. Mulailah ada teman yang
membuka jalan ana untuk mengenali dakwah salaf, sebenarnya lucu sih
ceritanya ketika bertemu pertama kali(udah kaya cerita sinetron aja ye…)
ketika itu dia merupakan satu-satunya ikhwan yang celananya gantung di
kelas, sempat ana bilang dalam hati “masih ada y orang kaya gitu pake
celana”,kalau diinget-inget lucu banget malah ujung-ujungnya ana tahu
dakwah salaf dari dia, afwan ya namanya gak ana kasih tahu soalnya ana
blum minta izin untuk namanya dicantumin dalam note, takutnya kalau ada
nama dia, entar dia minta royalty.he…gak koq Cuma becanda aja. Nah orang
ini lah yang sampai sekarang menjadi sahabat akrab ana dalam menuntut
ilmu yang menjadikan kami thulabul ilmy, gak kebayang nikmatnya menuntut
ilmu bareng-bareng, itikaf bareng di masjid hanya untuk ikut kajian
akbar, rela pergi jauh2 untuk nuntut ilmu padahal bekal pas-pasan, makan
seadanya ,bau badan yang menyengat, rela digigitin nyamuk yang
ganas-ganas, tetapi semua itu nikmat karena ilmu yang kami peroleh,
duduk paling depan ketika kajian, wah pokonya enak banget deh, ana
sendiri aja belum pernah senikmat ini dalam hidup. Oh y awalnya ana
mengenal dakwah salaf masih setengah niat, diajak kajian ketika itu
masih ogah-ogahan karena perbedaan dengan firqoh2 lain yang pernah ana
ikuti, berbeda sekali jadi sedikit butuh waktu untuk menyesuaikannya.
Waktulah yang akhirnya berbicara yang membuat ana Alhamdulillah sampai
saat ini semangat dalam mengamalkan manhaj salaf ini. Semoga kita semua
bisa ya!!!!amin…
Oke kalau tadi sedikit pengalaman ana mengarungi
firqoh-firqoh karena kejahilan diri pribadi sendiri, kini ana akan coba
menjabarkan pint-point penting “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” loh
belum inti toh(he…maap ya kali ini benar-benar panjang notenya, kayaknya
harus begadang deh).
1] PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
A.Definisi Aqidah
Menurut bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al-‘aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwwah
yang artinya mengikat dengan kuat menurut istilah, ‘aqidah adalah iman
yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi yang
meyakininya.
Sedangkan ‘Aqidah Islamiyah adalah keimanan
yang teguh dan pasti kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan seluruh
kewajiban, bertauhid(tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan Asma’ wash shifat
Allah), dan taat kepada-NYA, beriman kepada malaikat-malaikat-Nya,
Rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, takdir yang baik maupun
buruk dan mengimani seluruh prinsip-prinsip agama.
B. Denisi Salaf
.
Menurut bahasa, Salaf artinya orang yang terdahulu(nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama . Salaf berarti para pendahulu. Menurut istilah, Salaf
berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat Islam yang terdiri dari
para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk
pada tiga kurun (generasi/massa) yang pertama dimuliakan oleh Allah
Ta’ala, mana dalilnya???.
sebagai mana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
“Sebaik-baik
masa adalah pada masaku ini(yaitu masa para Sahabat), kemudian yang
setelahnya(masa Tabi’in), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’ut
Tabi’in).”[Shahih: HR.Al-Bukhari(no.2652)] .
Ahlus
Sunnah wal Jamaah dikatakan juga as-Salafiyyun karena mereka mengikuti
manhaj salafush shalih dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in.
kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan
berdasarkan manhaj mereka –di sepanjang masa, -mereka ini disebut Salafi
karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan
seperti yang dipahami kebanyakn orang, tetapi sebagai manhaj(jalan hidup
dalam ber–‘Aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dll) yang wajib
diikuti setiap muslim. Jadi pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj
menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum sebelum terjadi perpecahan dan
perselisihan.
B. Denisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah
.
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan atau cara, baik jalan itu terpuji maupun tercela.
Menurut istilah ulama ‘aqidah, As-Sunnah
adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu
‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum baik dalam ilmu,
I’tiqad(keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan Ini adalah As-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengikuti akan dipuji dan orang yang menyalahi akan dicela.
Al-Jama’ah
menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu
generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, serta orang-orang yang
mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas
kebenaran. disebut Al-Jama’ah, kerena bersatu di atas kebenaran,
tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah
kpemimpinan para imam(yang berpegang kepada) al-haqq(kebenaran), tidak
mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang menjadi
kesepakatan Salaful Ummah5 .
Jadi Ahlus Sunnah wal Jamaah
adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perkara-perkara baru dalam
agama.
Mereka disebut juga Ahlul Hadits, Ahlul Atsar,
Ahlul-Ittiba’, ath-Thaa-ifattul Manshuurah(golongan yang mendapatkan
pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah(golongan yang selamat), dan
al-Ghurabaa’(orang asing).
SEJARAH MUNCULNYA ISTILAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
.
Istilah
Ahlus sunnah wal jama’ah ini telah ada sejak generasi pertama ummat
Islam pada kurun yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in,
Tabi’ut Tabi’in, ada gak dalilnya??
Ada koq coba deh simak!!!!
“PADA HARI YANG DI WAKTU ITU ADA MUKA YANG PUTIH BERSERI, DAN ADA PULA MUKA YANG HITAM MURAM…..’”(QS. ALI’IMRAN:106)
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata “yakni pada hari kiamat, ketika menjadi putih wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah. dan menjadi hitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan perpecahan .
Ayyub
as-Shiktiyani rahimahullaah, ia berkata,”Apabila aku dikabarkan tentang
meninggalanya seorang ahlus sunnah seolah-olah hilang satu anggota
tubuhku.”
Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata,”Aku wasiatkan
kalian tetap berpegang kepada ahlus Sunnah dengan baik, karena mereka
adalah al-ghurabaa’(orang asing). Alangkah sedikitnya Ahlus sunnah wal
jama’ah.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulaah. Berkata dalam
muqaddimah kitabnya, As-Sunnah,”inilah madzhab ahlul ‘ilmi, ash-haabul
atsar dan Ahlus Sunnah, yang mereka dikenal sebagai pengikut Sunnah
Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallaahu
‘anhum hingga pada masa sekarang ini…”
2]KARAKTERISTIK DAN KEISTIMEWAAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
.
1. Sumbernya otentik
2. Berpegang teguh kepada prinsip berserah diri kepada ALLAH dan kepada Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
3. Sejalan dengan fitrah yang suci dan akal sehat.
4.
Mata rantai sanadnya sampai kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa
sallam, para Sahabatnya, para Tabi’in, serta para imam yang mendapatkan
petunjuk.
5. Jelas dan gamblang
6. Bebas dari Kerancuan, kontradiksi, dan kesamaran.
7. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan faktor utama bagi kemenangan dan kebahagian abadi di dunia dan akhirat.
8. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ‘Aqidah yang dapat mempersatukan ummat
9. Tetap utuh, kokoh, dan langgeng sepanjang masa.
10. Allah menjamin orang yang menetapi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan kehidupan yang mulia.
Itulah
beberapa point kenapa saya memilih manhaj Salaf. Sebenarnya note ini
merupakan note2 sebelumnya yang berjudul “Mulia dengan Sunnah”. Pasti
banyak orang yang bertanya-tanya seperti ini “loh kan kelompok-kelompok
lain mengaku ahlus sunnah wal jamaah!!!apa bedanya sama ahlus sunnah
lainnya??” yah anggapan tersebut sering ana jumpai, yang mengaku
kelompok mereka merupakan ahlus sunnah wal jamaah, berkali-kali ana
ingin bilang kalau orang bodoh dalam agama pasti mereka tidak bisa
membedakan mana yang disebut ahlus sunnah wal jamaah mana yang
bukan(hanya menyebut diri sebagai ahlus sunnah pada hakikatnya bukan
sama sekali). Yah itu lah hidup dalam kebodohan sangat merugi, seperti
yang sudah ana katakan di atas, dikiranya ini baik tahu-tahunya bukan,
dikiranya ini sunnah tahu-tahunya bid’ah. Ilmu lah yang akan menjawab
semua kebodohan, mustahil seseorang ingin mengetahui mana tauhid, mana
syirik,mana sunnah,mana bid’ah tanpa mencari ilmunya. Cuma hanya
menunggu dan menunggu, tidak akan bisa, ilmu itu wajib kita cari.
Terkadang banyak juga masyarakat yang lebih senang terima blak-blakan
omongan ust nya ”loh kan kata ust saya berkata seperti ini,pasti benar
lah,wong namanya ust” ini juga salah kaprah dalam masyarakat, jangan
menganggap ust itu sebagai orang yang terbebas dari kesalahan. Mana ada
manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Gimana?masih mau
menjadi orang bodoh?ana akan kasih beberapa contoh lainnya yang
InsyaAllah bisa menjadi renungan untuk kita semua.
Banyak
orang-orang yang sudah bergelar prof,doktor, dll tetapi tidak tahu
Tauhid, tidak Tahu Sunnah, Tidak tahu syirik, Tidak Tahu bid’ah. Ini
sama saja gelar mereka tidak ada apa-apanya, sama saja mereka dengan
orang-orang awam, karena apa? Mempelajari ilmu dien(agama) itu wajib
bagi setiap muslim dan tidak ada penghalangnya, sedangkan mempelajari
ilmu dunia, seperti kedokteran, komputer, pertanian dll merupakan fardu
kifayah yaitu gugur kewajibannya apabila yang lain sudah mengamalkannya
atau mengerjakannya. Jadi jangan kita anggap karena seorang prof, DR
dengan seenak-enaknya tidak belajar agama. Malah saya katakan, misal ada
dua orang yang pertama dia tidak ahli ilmu kedunian, tetapi tahu
hak-hak ALLAH sedangkan yang kedua merupakan orang terkenal dengan gelar
PROFESORnya tetapi tidak tahu Tauhid, bagaimana wudhu dan shalat yang
benar, saya akan katakan orang yang pintar adalah orang yang pertama
meskipun tidak memiliki gelar apa pun. Jadi intinya kita jangan melihat
orang dari jabatan Dunianya saja, tapi lihat agama seseorang.
“Ketauhilah
ilmu Syar’I adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan
oleh orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat” oleh al ilmam ibnu
qayim.
Jadi orang yang dikatakan berilmu adalah orang-orang yang
mengetahui hak-hak ALLAH. Timbul lah pertanyaan di dalam diri kita,
sudahkah kita mengetahui hak-hak Allah?sudahkah kita mengamalkan apa
yang diajarkan Rasulullah?.
Ketika masa-masa jahil dahulu sangat
berat sekali langkah kaki ini untuk menuntut ilmu, mengeluarkan tenaga,
pikiran bahkan untuk membeli kitab saja enggan Rasanya. Benarlah bahwa
ilmu itu adalah cahaya dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada
orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat. Apakah kita tidak ingin
mendapatkan cahaya Allah?apakah kita tidak menginginkan perjumpaan
dengan Allah kelak?. Ya pelajari ilmu yang shahih apa yang dibawakan
oleh Rasulullah dan yang diajarkan oleh para Sahabat. Banyak ketika kita
tanyakan kepada anak muda untuk menyuruhnya menuntut ilmu, dengan
pasrah mereka mengatakan “ya saya seperti ini karena udah kebiasaan
teman-teman,sulit rasanya bepisah” apa ini perkataan yang baik dan
pantas yang keluar dari bibir kita?mana yang lebih engkau Takutkan
adzhab Allah atau sekedar teman yang jahil(bodoh) dalam agama. Kalau
saya bilang sebenarnya mereka sadar, tetapi mereka lebih takut untuk
kehilangan teman daripada hidayah Allah. Beruntunglah orang-orang yang
telah mendapatkan hidayah dan petunjuk Allah.
Duduk dengan
orang-orang yang baik dan shalih yang dipercaya dalam keilmuan mereka
atau amanat mereka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya
: Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual
minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi tidak akan melukaimu,
mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan
pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan
mendapatkan bau yang tidak sedap”. [Hadits riwayat Bukhari]
Maka
wajib bagimu wahai pemuda, untuk berteman dengan orang-orang yang sudah
dikenal berakhlak baik dan menjauh dari akhlak yang jelek dan perbuatan
yang hina, hingga engkau mengambil dari teman itu "madrasah" darinya
engkau mendapatkan pertolongan untuk berakhlak baik.
Hendaknya
seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak yang buruk,
karena akhlak yang buruk dibenci, dan buruk akhlak itu dijauhi, dan
buruk akhlak itu disifati dengan sifat yangjelek.
Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya.
Itulah
alasannya ana meninggalkan teman-teman yang jauh dari agama, ana tidak
ingin larut dalam kebodohan, hobinya hanya kumpul-kumpul, bermain musik,
mendengarkan nyanyian. Benar-benar terasa mati hati ini ketika
dibacakan firman Allah. Jadi apakah masih mau berteman dengan
orang-orang yang jauh dari agama?silahkan dijawab sendiri!!!
sedikit
point tambahan kenapa saya memilih manhaj salaf, terkadang saya
mengamati kajian-kajian yang ada di TV koq Hijab(pembatas) antara ikhwan
dan akhwatnya terbuka lebar, artinya si ikhwan dan akhwat dengan jelas
bisa melihat atau berpandang-pandangan. Sedangkan terkadang ust nya
sendiri suka bilang “jagalah hati jangan kau kotori” mungkin antum semua
sudah tahu kata-kata tersebut, bagaimana mungkin kita bisa menjaga hati
kalau mata ini saja masih bergerak bebas untuk melihat wanita yang
jelas-jelas hijabnya tidak sempurna. Dan yang lebih saya sayangkan
ust-ust nya ketika membawakan ceramah hampir tidak pernah membawa
kitab, ceramah hanya dengan mik saja. Kalau yang dia ceramahkan ketika
membawakan hadits dan periwayatannya salah bagaimana?.
Saya
teringat cerita imam-imam terdahulu yang hafal ribuan hadits tetapai
mereka para imam tetap membawakan kitab untuk diajarkan kepada
murid-muridnya, karena kehati-hatiannya. masyaAllah sungguh ana takjub
dan bangga bisa mengenal dakwah Salaf, karena setiap ana kajian yang
dibahas pasti dengan membawakan kitab. Sehingga yang kami dapatkan
adalah ilmu bukan omongan ust nya tetapi ilmu yang telah Rasulullah
Ajarkan dan ust hanya sebagai perantara dalam menyampaikannya.wallahu
a’lam(semoga mengerti maksud saya).
Dan berikutnya yang ana amati
ada sebagian ust di TV yang bermain film komedi, apa gak aneh
jadinya??!!! Mestinya sosok ust yang menjadi panutan masyarakat islam
dalam memberikan materi dakwah, tapi ini malah menjadi pemain komedi,
kita tahu bahwa komedi itu sendiri banyak dustanya.hmmmm kalau kita
tidak pintar-pintar memilih ust akan menjadi bumerang buat diri kita
sendiri. Saya ingin bertanya apakah sebagian kita sudah mengetahui bahwa
alat-alat musik dan nyanyian dalam islam itu haram(dilarang)?pernahkah
kita melihat sebagian ust yang berdakwah menggunakan musik sebagai
sarana dakwah? Ya itulah fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat,
apa ini yang disebut ust yang mengetahui sunnah Nabi?! Padahal jelas
dalam islam musik itu haram, apa dalilnya ?
Sesungguhnya mendengarkan
nyanyian atau lagu hukumnya haram dan merupakan perbuatan mungkar yang
dapat menimbulkan penyakit, kekerasan hati dan dapat membuat kita lalai
dari mengingat Allah serta lalai melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama
menafsirkan kata lahwal hadits (ucapan yang tidak berguna) dalam firman
Allah dengan nyanyian atau lagu.
“Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman:6]
Abdullah
bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa yang dimaksud dengan kata
lahwul hadits adalah nyanyian atau lagu. Jika lagu tersebut diiringi
oleh musik rebab, kecapi, biola, serta gendang, maka kadar keharamannya
semakin bertambah. Sebagian ulama bersepakat bahwa nyanyian yang
diiringi oleh alat musik hukumnya adalah haram, maka wajib untuk
dijauhi. Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam beliau berpendapat.
“Artinya : Sesungguhnya akan ada
segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr,
dan alat musik” [Al-Bukhari].
Bagaimana mungkin dakwah dengan
nyanyian, sungguh aneh dan bodoh, terasa sekali tidak ada ilmunya. Yang
dikatakn ilmu adalah perkataan ALLAH, perkataan Rasulullah dan perkataan
para sahabat itu baru ilmu, bukan dengan nyanyian, orang bisa saja
mabuk sambil bernyanyi. Saya pernah diberitahu bahwa ada ust yang gencar
mendakwahkan lewat dangdut(sebahagian dari kita sudah mengetahui),
banyak sekali masyarakat yang kagum dan menggemari musiknya tetapi yang
anehnya ada orang mabuk sambil joged dengan nyanyiannya. Lucu kan
jadinya, mau berdakwah, tetapi tidak ada ilmunya, malah joged-joged. Y
sudahlah emank lucu mau diapakan lagi, mudah-mudahan mereka mendapatkan
hidayah dan petunjuk begitu pun dengan kita semoga senantiasa
mendapatkan perlindungan oleh ALLAh.
Kalau ada UST yg menolak
Dakwah Salaf, coba deh tanya ke UST nya langsung "Ust mau Surga
gak?"psti jwabannya ya mau lah,"emank ust dijanjikan masuk Surga?"pasti
jawabannya gak(Kalo ngaku ust nya dijanjiin masuk surga, lebih baik
tinggalin majelisnya deh udah sesat tuh namanya!!!),"ust tau gak siapa
yg pertama kali ditarbiyah oleh Rasulullah?",pasti jwabnnya para
Sahabat donk,”ust tahu gak siapa orang yang pertama kali beriman setelah
Rasulullah?"pasti jawabnya para sahabat adek yang manis,”ust tahu gak
orang yang dijanjikan surga oleh Allah setelah Rasulullah?”jawabannya
pasti para sahabat,”ust tahu orang yang berilmu setelah
Rasulullah?”,jawabanya para sahabat naq,”ust tahu gak orang yang paling
baik amalnya setelah Rasulullah?”,waduuh ya para sahabat dunk,” ust yang
baik tahu gak siapa yang menemani Rasulullah dalam berjihad?”, waduh
anak manis ya jawabannya para sahabat dunk, mereka kan gagah-gagah dan
pemberani,”nah ust tahu gak kalau orang yang paling paham dengan ilmu
yang dibawakan oleh Rasulullah?”,banyak nanya nih kaya quis aja, ya
jawabannya para sahabat lah,”nah itu ust tahu,KENAPA UST MENOLAK DAKWAH
SALAF?" bgung deh tu UST pastinya ,malah lbih pinter muridnya...kalau
tuh ust masih ngeyel berarti ust nya sombong, merasa lebih pintar dari
sahabat Rasulullah. Wallahu a’lam.
Rasanya saya cukupkan dahulu
sampai sini, InsyaALLAH akan ada lanjutannya karena banyak sekali yang
ingin dibahas. Oh ya apabila antum-antum semua punya pengalaman yang
menarik dalam mengenal dakwah silahkan ya berbagi cerita dengan ana, ana
akan sangat senang sekali. Jujur ana sangat bahagia bertemu dengan
orang-orang yang telah mendapatkan hidayah Allah dan orang seperti itu
telah banyak bercerita kepada ana, makanya ana berani untuk menulis note
ini, yup udah malem nih, semoga semangat selalu y dan jangan
bosan-bosan untuk menegur ana apabila ada kesalahan, ana akan terima
dengan lapang dada. Oh ya untuk memperjelas mulia dengan manhaj salaf
antum semua bisa baca kembali di note saya yang berjudul”mulia dengan
sunnah” InsyaAllah pembahasannya jelas dan gamblang Barakallahu fyk.
Wasalamu’alaykum….
Bismillah
segala puji hanya milik ALLAH yang sampai saat ini masih memberikan
kita nikmat Iman, Islam, sehat, nikmat dalam menjalankan sunnah
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatya.

Judul
pada note kali ini “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” itulah gambaran
yang pas atau sesuai yang menggambarkan betapa bahagianya ana bisa
mengenal dakwah ini. Mungkin sebagian orang masih asing dengan kata
shalafush shalih, salaf, salafi dan as-Salafiyyun, bahkan diantara orang
yang sudah mengetahui kata-kata tersebut masih salah kaprah atau salah
mengartikan kata-kata tersebut, sehingga rancu untuk diterjemahkannya
atau salah dalam mengartikannya. Tapi saya tidak ingin membahasnya
terlalu lebar, karena ada buku yang sudah membahasnya insyaALLAH ana
akan memberikan refrensinya sebagai rujukan untuk dipahami, InsyaALLAH.
Beralih
ke pengalaman ana dalam mengenal dakwah islam, pada awalnya ana hanya
seorang awam mungkin sampai saat ini juga masih awam dan butuh banyak
belajar, sepengalaman ana yang masih berumur 20 th terkadang emosi
sedang membara, semangat sedang berkoar-koar, berpikiran idealis, ingin
tampil jadi yang terbaik ya itulah sedikit gambaran tentang anak muda.
Ana
sangat mengalami betul ketika jauh dari ilmu agama, malah saking
jahil/bodoh ana menganggap semua agama itu baik, tidak mengetahui apa
itu tauhid, syirik, sunnah, bid’ah dan lain-lain dalam perkara agama,
emank benar hidup dalam kebodohan sangat tidak enak, gampang diajak
kesana kemari. Jujur ana pernah ikut khurujnya jamaah tabligh, ana
menganggap wah kelompok ini benar dengan memakai jubah atau gamis,
berjenggot, khusyuk dalam ibadah dan zikir seolah-olah ini lah jalan
yang selamat, jalan yang lurus, jalan yang dijanjikan surga tapi
ternyata mereka adala thoreqot sufi yang identik disebut dengan sufiyah
gaya baru, wal iyaadhu billah, apa jadinya ana kalau tidak diberi
petunjuk oleh ALLAH, mungkin ana sudah sesat seumur hidup.
Ya
sekali lagi hidup dalam kebodohan dalam memahami agama sangat tidak enak
hanya memandang dari luarnya saja tanpa mau mengkaji ilmunya, sangat
disayangkan apabila anak muda dizaman sekarang ini hanya menggunakana
hawa nafsunya saja dalam menjalankan Islam, tetapi tidak tahu dalil yang
diterima shahih atau tidak. Ana akan kasih contoh sedikit, ketika itu
ana sekolah dan setiap pelajaran agama Islam pasti ada praktek wudhu
atau shalat, ketika ana praktikan wudhu dan shalat sesuai dengan buku
yang ana punya dahulu memang tidak ada perbedaan pendapat dengan guru
agama di sekolah, dan gurunya pun tidak menegur kalau ini salah atau
betul dan yang sangat membuat diri ana malu pada saat ini, kenapa ana
tidak tanyakan kepada guru tersebut “pak dalilnya apa kalau kita harus
berwudhu dan shalat dengan gerakan semacam ini?” itulah yang membuat ana
menyesal sampai saat ini, betapa bodohnya dan malasnya dalam menuntut
ilmu dien.
Sampai akhirnya ana mengetahui dalil-dalinya dalam
berwudhu dan shalat dan ternyata sangat bertolak dengan yang ana
praktekan ketika sekolah dahulu.hmmmm nasi sudah menjadi bubur, bukan
berarti ana patah semangat, justru harus semangat untuk mengetahui agama
yang haq itu seperti apa. Oke kita beralih ke pengalaman berikutnya,
mungkin sebahagian antum sudah tahu yang namanya NII(Negara Islam
Indonesia) ya ana hampir pernah kejebak dengan kelompok sesat ini, gak
kebayang bisa kenal sama kelompok kaya gini, bawain dalil Al-Quran
sepotong-potong tanpa membawakan dalil lainya untuk memperkuat. Untung
saja ana tidak masuk dalam kelompok ini, kejadian ini ketika ana baru
lulus SMA. Memank kelompok ini mencari anak-anak muda yang tidak
memiliki pemahaman agama dan ketika itu ana masuk dalam kategori incaran
mereka.
Ketika membeli buku dan mendapatkan buku dari orang, ana
tidak tahu apakah penerbit ini adalah penerbit yang haq, mengajarkan
sesuai dengan tuntunan Rasulullah yang shahih, ketika itu ana masih anak
muda yang bodoh, asal beli saja. Dan ketika ana sudah mengenal dakwah
yang haq baru ana tahu bahwa buku yang pernah dibeli dahulu adalah
bukunya orang-orang JIL(jaringan Islam Liberal), rasanya lagi-lagi hidup
dalam kebodohan tidak ada enaknya sama sekali, tapi untungnya bukunya
udah ana robek-robek. Lagipula kalau kita baca buku mereka, susah sekali
untuk dipahami ilmu yang gak bermanfaat deh pokoknya, jadi ana robek2
aja.
Kemudian mulailah ana masuk Kuliah, disini lah mulai jalan
terbuka untuk ana yang ingin mendalami Islam dengan adanya liqo di
kampus dan merupakan syarat wajib bagi mahasiswa baru ketika itu.
Ternyata emank asik kumpul dalam satu liqo untuk sharing dalam agama,
jadi tidak ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak,
istilah kerenya sih bebas dalam mengutarakan pendapat yah karena yang
dibahas juga bersifat umum bukan bersifat khusus atau bukan membahas
yang bersifat ilmu, ada pun yang bersifat khusus itu sangat sedikit
sekali yang membahas masalah ilmu, yang ada kebanyakan politik, ekonomi,
film Islami ,perkembangan masyarakat sekarang ini bagaimandll ibaratnya
tidak lebih dari berita koran. Awalnya ana sendiri tidak ada curiga,
karena ana sendiri masih jahil, tidak tahu sebenarnya kelompok ini
kelompok apa???!!! Apakah kelompok yang sesuai sunnah atau tidak, yang
ana lihat kakak mentornya Isbal(menjulurkan celana melebihi mata kaki),
jenggotnya dicukur, yah ketika itu ana belum tahu sama sekali apa
hukumnya isbal dan jenggot.
Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang memerintahkan untuk memelihara jenggot, membiarkannya
tumbuh dan menyuburkannya serta memotong kumis dan memendekkannya. Yang
seharusnya adalah mentaatinya dan mengagungkan perintah dan larangannya
dalam segala perkara. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan, bahwa para
ulama telah sepakat bahwa memelihara jenggot dan memotong kumis termasuk
perkara yang diperintahkan. Adalah kebinasaan dan kerugian serta akibat
yang buruk bagi yang bermaksiat terhadap Allah dan RasulNya. Begitu
pula meninggikan pakaian hingga di atas mata kaki, merupakan perkara
yang diperintahkan, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
“Artinya : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot
memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [Shahih Muslim, kitab
Ath-Thaharah (260)]
“Artinya : Bagian yang melebihi mata kaki
yang tertutup pakaian, maka termpatnya di neraka” [Hadits Riwayat
Al-Bukahri dalam Shahihnya, kitab Al-Libas 5787]
.
Lagi-lagi
ana terjebak dalam kebodohan dan lembah hitam. Dikira ini baik
tahu-tahunya bukan, sampai serba salah jadinya. Alhamdulillah Allah
tidak mematahkan semangat ana untuk mencari yang haq(kebenaran). Ana
ingin bilang kalau hidayah itu benar-benar mahal sekali bahkan uang
bermilyaran atau triliyunan atau dunia dan seisinya tidak akan sanggup
untuk mengalahkan kemewahan hidayah yang ALLAH kasih terhdap hambanya,
tetapi perlu diingat bahwa hidayah tidak cukup hanya mengadahkan tangan
saja tanpa mau belajar dan mencari ilmunya, ALLAH akan memberikan
hidayah siapa yang Dia kehendaki dan ALLAH akan menyesatkan siapa yang
DIA kehendaki pula, tapi perlu diingat ALLAH itu tidak dzhalim terhadap
hambanya. Dengan kita mengkaji ilmu insyaALLAH hidayah itu datang atas
izin ALLAH dan mendapatkan hidayah itu tidak mudah apalagi
mempertahankan hidayah itu sendiri, butuh perjuangan, letihnya badan,
letihnya pikiran. Wah gak nyangka ana bisa berbagi pengalaman dengan
antum semua, hmmm mudah-mudahan tidak bosan atau jenuh dengan ana.he…
mungkin terlalu serius y bahasanya??!!tapi tenang aja, InsyaALLAH ana
bisa diajak bercanda koq.he…mungkin mata agak sedikit lelah karena
membaca note yang tulisannya kecil-kecil, boleh koq sambil diminum
tehnya atau kopinya atau air mineral juga gak apa-apa, kalau bisa sih
minum madu biar lebih fresh.he…oke kita lanjutkan ceritanya!!! Ana akan
membawakan dengan sedikit gaya bahasa yang lebih fresh, lebih enyak dan
tidak terlalu serius.he….karena kebanyakan orang sukanya yang unik tidak
monoton apalagi serius banget, malah yang paling parah bisa bikin tidur
karena bahasanya menggunakan istilah semua biar keliatan
pinternya.he…tenang aja ana gak suka menggunakan istilah-istialah yang
berada di luar nalar atau akal sehat koq(loh kaya orang ga waras
aja)siiip deh…mudah-mudahan masih semangat.
Setelah ana
mengetahui bahwa liqo yang diadakan kampus adalah IM(ikhwanul Muslimin),
awalnya ketika mengetahui nama tersebut masih asing ditelinga, memank
sih namanya berbau islam. Tapi jujur ketika itu ana sendiri tidak tahu
apa tujuan kelompok ini. Walah lagi-lagi ana ini bodoh, mau belajar
agama tetapi tidak tahu ilmunya bahasa gaulnya sih Taqlid(tukang
ikut-ikutan tanpa cari dalil). Sampai kemudian ana mulai mempelajari
sejarahnya siapa kelompok ini dan apa tujuannya. Mulailah ada teman yang
membuka jalan ana untuk mengenali dakwah salaf, sebenarnya lucu sih
ceritanya ketika bertemu pertama kali(udah kaya cerita sinetron aja ye…)
ketika itu dia merupakan satu-satunya ikhwan yang celananya gantung di
kelas, sempat ana bilang dalam hati “masih ada y orang kaya gitu pake
celana”,kalau diinget-inget lucu banget malah ujung-ujungnya ana tahu
dakwah salaf dari dia, afwan ya namanya gak ana kasih tahu soalnya ana
blum minta izin untuk namanya dicantumin dalam note, takutnya kalau ada
nama dia, entar dia minta royalty.he…gak koq Cuma becanda aja. Nah orang
ini lah yang sampai sekarang menjadi sahabat akrab ana dalam menuntut
ilmu yang menjadikan kami thulabul ilmy, gak kebayang nikmatnya menuntut
ilmu bareng-bareng, itikaf bareng di masjid hanya untuk ikut kajian
akbar, rela pergi jauh2 untuk nuntut ilmu padahal bekal pas-pasan, makan
seadanya ,bau badan yang menyengat, rela digigitin nyamuk yang
ganas-ganas, tetapi semua itu nikmat karena ilmu yang kami peroleh,
duduk paling depan ketika kajian, wah pokonya enak banget deh, ana
sendiri aja belum pernah senikmat ini dalam hidup. Oh y awalnya ana
mengenal dakwah salaf masih setengah niat, diajak kajian ketika itu
masih ogah-ogahan karena perbedaan dengan firqoh2 lain yang pernah ana
ikuti, berbeda sekali jadi sedikit butuh waktu untuk menyesuaikannya.
Waktulah yang akhirnya berbicara yang membuat ana Alhamdulillah sampai
saat ini semangat dalam mengamalkan manhaj salaf ini. Semoga kita semua
bisa ya!!!!amin…
Oke kalau tadi sedikit pengalaman ana mengarungi
firqoh-firqoh karena kejahilan diri pribadi sendiri, kini ana akan coba
menjabarkan pint-point penting “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” loh
belum inti toh(he…maap ya kali ini benar-benar panjang notenya, kayaknya
harus begadang deh).
1] PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
A.Definisi Aqidah
Menurut bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al-‘aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwwah
yang artinya mengikat dengan kuat menurut istilah, ‘aqidah adalah iman
yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi yang
meyakininya.
Sedangkan ‘Aqidah Islamiyah adalah keimanan
yang teguh dan pasti kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan seluruh
kewajiban, bertauhid(tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan Asma’ wash shifat
Allah), dan taat kepada-NYA, beriman kepada malaikat-malaikat-Nya,
Rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, takdir yang baik maupun
buruk dan mengimani seluruh prinsip-prinsip agama.
B. Denisi Salaf
.
Menurut bahasa, Salaf artinya orang yang terdahulu(nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama . Salaf berarti para pendahulu. Menurut istilah, Salaf
berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat Islam yang terdiri dari
para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk
pada tiga kurun (generasi/massa) yang pertama dimuliakan oleh Allah
Ta’ala, mana dalilnya???.
sebagai mana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
“Sebaik-baik
masa adalah pada masaku ini(yaitu masa para Sahabat), kemudian yang
setelahnya(masa Tabi’in), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’ut
Tabi’in).”[Shahih: HR.Al-Bukhari(no.2652)] .
Ahlus
Sunnah wal Jamaah dikatakan juga as-Salafiyyun karena mereka mengikuti
manhaj salafush shalih dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in.
kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan
berdasarkan manhaj mereka –di sepanjang masa, -mereka ini disebut Salafi
karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan
seperti yang dipahami kebanyakn orang, tetapi sebagai manhaj(jalan hidup
dalam ber–‘Aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dll) yang wajib
diikuti setiap muslim. Jadi pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj
menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum sebelum terjadi perpecahan dan
perselisihan.
B. Denisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah
.
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan atau cara, baik jalan itu terpuji maupun tercela.
Menurut istilah ulama ‘aqidah, As-Sunnah
adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu
‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum baik dalam ilmu,
I’tiqad(keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan Ini adalah As-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengikuti akan dipuji dan orang yang menyalahi akan dicela.
Al-Jama’ah
menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu
generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, serta orang-orang yang
mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas
kebenaran. disebut Al-Jama’ah, kerena bersatu di atas kebenaran,
tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah
kpemimpinan para imam(yang berpegang kepada) al-haqq(kebenaran), tidak
mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang menjadi
kesepakatan Salaful Ummah5 .
Jadi Ahlus Sunnah wal Jamaah
adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perkara-perkara baru dalam
agama.
Mereka disebut juga Ahlul Hadits, Ahlul Atsar,
Ahlul-Ittiba’, ath-Thaa-ifattul Manshuurah(golongan yang mendapatkan
pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah(golongan yang selamat), dan
al-Ghurabaa’(orang asing).
SEJARAH MUNCULNYA ISTILAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
.
Istilah
Ahlus sunnah wal jama’ah ini telah ada sejak generasi pertama ummat
Islam pada kurun yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in,
Tabi’ut Tabi’in, ada gak dalilnya??
Ada koq coba deh simak!!!!
“PADA HARI YANG DI WAKTU ITU ADA MUKA YANG PUTIH BERSERI, DAN ADA PULA MUKA YANG HITAM MURAM…..’”(QS. ALI’IMRAN:106)
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata “yakni pada hari kiamat, ketika menjadi putih wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah. dan menjadi hitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan perpecahan .
Ayyub
as-Shiktiyani rahimahullaah, ia berkata,”Apabila aku dikabarkan tentang
meninggalanya seorang ahlus sunnah seolah-olah hilang satu anggota
tubuhku.”
Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata,”Aku wasiatkan
kalian tetap berpegang kepada ahlus Sunnah dengan baik, karena mereka
adalah al-ghurabaa’(orang asing). Alangkah sedikitnya Ahlus sunnah wal
jama’ah.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulaah. Berkata dalam
muqaddimah kitabnya, As-Sunnah,”inilah madzhab ahlul ‘ilmi, ash-haabul
atsar dan Ahlus Sunnah, yang mereka dikenal sebagai pengikut Sunnah
Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallaahu
‘anhum hingga pada masa sekarang ini…”
2]KARAKTERISTIK DAN KEISTIMEWAAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
.
1. Sumbernya otentik
2. Berpegang teguh kepada prinsip berserah diri kepada ALLAH dan kepada Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
3. Sejalan dengan fitrah yang suci dan akal sehat.
4.
Mata rantai sanadnya sampai kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa
sallam, para Sahabatnya, para Tabi’in, serta para imam yang mendapatkan
petunjuk.
5. Jelas dan gamblang
6. Bebas dari Kerancuan, kontradiksi, dan kesamaran.
7. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan faktor utama bagi kemenangan dan kebahagian abadi di dunia dan akhirat.
8. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ‘Aqidah yang dapat mempersatukan ummat
9. Tetap utuh, kokoh, dan langgeng sepanjang masa.
10. Allah menjamin orang yang menetapi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan kehidupan yang mulia.
Itulah
beberapa point kenapa saya memilih manhaj Salaf. Sebenarnya note ini
merupakan note2 sebelumnya yang berjudul “Mulia dengan Sunnah”. Pasti
banyak orang yang bertanya-tanya seperti ini “loh kan kelompok-kelompok
lain mengaku ahlus sunnah wal jamaah!!!apa bedanya sama ahlus sunnah
lainnya??” yah anggapan tersebut sering ana jumpai, yang mengaku
kelompok mereka merupakan ahlus sunnah wal jamaah, berkali-kali ana
ingin bilang kalau orang bodoh dalam agama pasti mereka tidak bisa
membedakan mana yang disebut ahlus sunnah wal jamaah mana yang
bukan(hanya menyebut diri sebagai ahlus sunnah pada hakikatnya bukan
sama sekali). Yah itu lah hidup dalam kebodohan sangat merugi, seperti
yang sudah ana katakan di atas, dikiranya ini baik tahu-tahunya bukan,
dikiranya ini sunnah tahu-tahunya bid’ah. Ilmu lah yang akan menjawab
semua kebodohan, mustahil seseorang ingin mengetahui mana tauhid, mana
syirik,mana sunnah,mana bid’ah tanpa mencari ilmunya. Cuma hanya
menunggu dan menunggu, tidak akan bisa, ilmu itu wajib kita cari.
Terkadang banyak juga masyarakat yang lebih senang terima blak-blakan
omongan ust nya ”loh kan kata ust saya berkata seperti ini,pasti benar
lah,wong namanya ust” ini juga salah kaprah dalam masyarakat, jangan
menganggap ust itu sebagai orang yang terbebas dari kesalahan. Mana ada
manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Gimana?masih mau
menjadi orang bodoh?ana akan kasih beberapa contoh lainnya yang
InsyaAllah bisa menjadi renungan untuk kita semua.
Banyak
orang-orang yang sudah bergelar prof,doktor, dll tetapi tidak tahu
Tauhid, tidak Tahu Sunnah, Tidak tahu syirik, Tidak Tahu bid’ah. Ini
sama saja gelar mereka tidak ada apa-apanya, sama saja mereka dengan
orang-orang awam, karena apa? Mempelajari ilmu dien(agama) itu wajib
bagi setiap muslim dan tidak ada penghalangnya, sedangkan mempelajari
ilmu dunia, seperti kedokteran, komputer, pertanian dll merupakan fardu
kifayah yaitu gugur kewajibannya apabila yang lain sudah mengamalkannya
atau mengerjakannya. Jadi jangan kita anggap karena seorang prof, DR
dengan seenak-enaknya tidak belajar agama. Malah saya katakan, misal ada
dua orang yang pertama dia tidak ahli ilmu kedunian, tetapi tahu
hak-hak ALLAH sedangkan yang kedua merupakan orang terkenal dengan gelar
PROFESORnya tetapi tidak tahu Tauhid, bagaimana wudhu dan shalat yang
benar, saya akan katakan orang yang pintar adalah orang yang pertama
meskipun tidak memiliki gelar apa pun. Jadi intinya kita jangan melihat
orang dari jabatan Dunianya saja, tapi lihat agama seseorang.
“Ketauhilah
ilmu Syar’I adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan
oleh orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat” oleh al ilmam ibnu
qayim.
Jadi orang yang dikatakan berilmu adalah orang-orang yang
mengetahui hak-hak ALLAH. Timbul lah pertanyaan di dalam diri kita,
sudahkah kita mengetahui hak-hak Allah?sudahkah kita mengamalkan apa
yang diajarkan Rasulullah?.
Ketika masa-masa jahil dahulu sangat
berat sekali langkah kaki ini untuk menuntut ilmu, mengeluarkan tenaga,
pikiran bahkan untuk membeli kitab saja enggan Rasanya. Benarlah bahwa
ilmu itu adalah cahaya dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada
orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat. Apakah kita tidak ingin
mendapatkan cahaya Allah?apakah kita tidak menginginkan perjumpaan
dengan Allah kelak?. Ya pelajari ilmu yang shahih apa yang dibawakan
oleh Rasulullah dan yang diajarkan oleh para Sahabat. Banyak ketika kita
tanyakan kepada anak muda untuk menyuruhnya menuntut ilmu, dengan
pasrah mereka mengatakan “ya saya seperti ini karena udah kebiasaan
teman-teman,sulit rasanya bepisah” apa ini perkataan yang baik dan
pantas yang keluar dari bibir kita?mana yang lebih engkau Takutkan
adzhab Allah atau sekedar teman yang jahil(bodoh) dalam agama. Kalau
saya bilang sebenarnya mereka sadar, tetapi mereka lebih takut untuk
kehilangan teman daripada hidayah Allah. Beruntunglah orang-orang yang
telah mendapatkan hidayah dan petunjuk Allah.
Duduk dengan
orang-orang yang baik dan shalih yang dipercaya dalam keilmuan mereka
atau amanat mereka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya
: Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual
minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi tidak akan melukaimu,
mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan
pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan
mendapatkan bau yang tidak sedap”. [Hadits riwayat Bukhari]
Maka
wajib bagimu wahai pemuda, untuk berteman dengan orang-orang yang sudah
dikenal berakhlak baik dan menjauh dari akhlak yang jelek dan perbuatan
yang hina, hingga engkau mengambil dari teman itu "madrasah" darinya
engkau mendapatkan pertolongan untuk berakhlak baik.
Hendaknya
seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak yang buruk,
karena akhlak yang buruk dibenci, dan buruk akhlak itu dijauhi, dan
buruk akhlak itu disifati dengan sifat yangjelek.
Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya.
Itulah
alasannya ana meninggalkan teman-teman yang jauh dari agama, ana tidak
ingin larut dalam kebodohan, hobinya hanya kumpul-kumpul, bermain musik,
mendengarkan nyanyian. Benar-benar terasa mati hati ini ketika
dibacakan firman Allah. Jadi apakah masih mau berteman dengan
orang-orang yang jauh dari agama?silahkan dijawab sendiri!!!
sedikit
point tambahan kenapa saya memilih manhaj salaf, terkadang saya
mengamati kajian-kajian yang ada di TV koq Hijab(pembatas) antara ikhwan
dan akhwatnya terbuka lebar, artinya si ikhwan dan akhwat dengan jelas
bisa melihat atau berpandang-pandangan. Sedangkan terkadang ust nya
sendiri suka bilang “jagalah hati jangan kau kotori” mungkin antum semua
sudah tahu kata-kata tersebut, bagaimana mungkin kita bisa menjaga hati
kalau mata ini saja masih bergerak bebas untuk melihat wanita yang
jelas-jelas hijabnya tidak sempurna. Dan yang lebih saya sayangkan
ust-ust nya ketika membawakan ceramah hampir tidak pernah membawa
kitab, ceramah hanya dengan mik saja. Kalau yang dia ceramahkan ketika
membawakan hadits dan periwayatannya salah bagaimana?.
Saya
teringat cerita imam-imam terdahulu yang hafal ribuan hadits tetapai
mereka para imam tetap membawakan kitab untuk diajarkan kepada
murid-muridnya, karena kehati-hatiannya. masyaAllah sungguh ana takjub
dan bangga bisa mengenal dakwah Salaf, karena setiap ana kajian yang
dibahas pasti dengan membawakan kitab. Sehingga yang kami dapatkan
adalah ilmu bukan omongan ust nya tetapi ilmu yang telah Rasulullah
Ajarkan dan ust hanya sebagai perantara dalam menyampaikannya.wallahu
a’lam(semoga mengerti maksud saya).
Dan berikutnya yang ana amati
ada sebagian ust di TV yang bermain film komedi, apa gak aneh
jadinya??!!! Mestinya sosok ust yang menjadi panutan masyarakat islam
dalam memberikan materi dakwah, tapi ini malah menjadi pemain komedi,
kita tahu bahwa komedi itu sendiri banyak dustanya.hmmmm kalau kita
tidak pintar-pintar memilih ust akan menjadi bumerang buat diri kita
sendiri. Saya ingin bertanya apakah sebagian kita sudah mengetahui bahwa
alat-alat musik dan nyanyian dalam islam itu haram(dilarang)?pernahkah
kita melihat sebagian ust yang berdakwah menggunakan musik sebagai
sarana dakwah? Ya itulah fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat,
apa ini yang disebut ust yang mengetahui sunnah Nabi?! Padahal jelas
dalam islam musik itu haram, apa dalilnya ?
Sesungguhnya mendengarkan
nyanyian atau lagu hukumnya haram dan merupakan perbuatan mungkar yang
dapat menimbulkan penyakit, kekerasan hati dan dapat membuat kita lalai
dari mengingat Allah serta lalai melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama
menafsirkan kata lahwal hadits (ucapan yang tidak berguna) dalam firman
Allah dengan nyanyian atau lagu.
“Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman:6]
Abdullah
bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa yang dimaksud dengan kata
lahwul hadits adalah nyanyian atau lagu. Jika lagu tersebut diiringi
oleh musik rebab, kecapi, biola, serta gendang, maka kadar keharamannya
semakin bertambah. Sebagian ulama bersepakat bahwa nyanyian yang
diiringi oleh alat musik hukumnya adalah haram, maka wajib untuk
dijauhi. Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam beliau berpendapat.
“Artinya : Sesungguhnya akan ada
segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr,
dan alat musik” [Al-Bukhari].
Bagaimana mungkin dakwah dengan
nyanyian, sungguh aneh dan bodoh, terasa sekali tidak ada ilmunya. Yang
dikatakn ilmu adalah perkataan ALLAH, perkataan Rasulullah dan perkataan
para sahabat itu baru ilmu, bukan dengan nyanyian, orang bisa saja
mabuk sambil bernyanyi. Saya pernah diberitahu bahwa ada ust yang gencar
mendakwahkan lewat dangdut(sebahagian dari kita sudah mengetahui),
banyak sekali masyarakat yang kagum dan menggemari musiknya tetapi yang
anehnya ada orang mabuk sambil joged dengan nyanyiannya. Lucu kan
jadinya, mau berdakwah, tetapi tidak ada ilmunya, malah joged-joged. Y
sudahlah emank lucu mau diapakan lagi, mudah-mudahan mereka mendapatkan
hidayah dan petunjuk begitu pun dengan kita semoga senantiasa
mendapatkan perlindungan oleh ALLAh.
Kalau ada UST yg menolak
Dakwah Salaf, coba deh tanya ke UST nya langsung "Ust mau Surga
gak?"psti jwabannya ya mau lah,"emank ust dijanjikan masuk Surga?"pasti
jawabannya gak(Kalo ngaku ust nya dijanjiin masuk surga, lebih baik
tinggalin majelisnya deh udah sesat tuh namanya!!!),"ust tau gak siapa
yg pertama kali ditarbiyah oleh Rasulullah?",pasti jwabnnya para
Sahabat donk,”ust tahu gak siapa orang yang pertama kali beriman setelah
Rasulullah?"pasti jawabnya para sahabat adek yang manis,”ust tahu gak
orang yang dijanjikan surga oleh Allah setelah Rasulullah?”jawabannya
pasti para sahabat,”ust tahu orang yang berilmu setelah
Rasulullah?”,jawabanya para sahabat naq,”ust tahu gak orang yang paling
baik amalnya setelah Rasulullah?”,waduuh ya para sahabat dunk,” ust yang
baik tahu gak siapa yang menemani Rasulullah dalam berjihad?”, waduh
anak manis ya jawabannya para sahabat dunk, mereka kan gagah-gagah dan
pemberani,”nah ust tahu gak kalau orang yang paling paham dengan ilmu
yang dibawakan oleh Rasulullah?”,banyak nanya nih kaya quis aja, ya
jawabannya para sahabat lah,”nah itu ust tahu,KENAPA UST MENOLAK DAKWAH
SALAF?" bgung deh tu UST pastinya ,malah lbih pinter muridnya...kalau
tuh ust masih ngeyel berarti ust nya sombong, merasa lebih pintar dari
sahabat Rasulullah. Wallahu a’lam.
Rasanya saya cukupkan dahulu
sampai sini, InsyaALLAH akan ada lanjutannya karena banyak sekali yang
ingin dibahas. Oh ya apabila antum-antum semua punya pengalaman yang
menarik dalam mengenal dakwah silahkan ya berbagi cerita dengan ana, ana
akan sangat senang sekali. Jujur ana sangat bahagia bertemu dengan
orang-orang yang telah mendapatkan hidayah Allah dan orang seperti itu
telah banyak bercerita kepada ana, makanya ana berani untuk menulis note
ini, yup udah malem nih, semoga semangat selalu y dan jangan
bosan-bosan untuk menegur ana apabila ada kesalahan, ana akan terima
dengan lapang dada. Oh ya untuk memperjelas mulia dengan manhaj salaf
antum semua bisa baca kembali di note saya yang berjudul”mulia dengan
sunnah” InsyaAllah pembahasannya jelas dan gamblang Barakallahu fyk.
Wasalamu’alaykum….
Sumber :
http://alfanizzah.blogspot.com/2010/02/kenapa-saya-memilih-dakwah-salaf.html