Tampilkan postingan dengan label Postingan dari sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Postingan dari sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF??




.Berikut kami tampilkan posting dari sahabat yang lainnya, silakan menyimak

KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF??
























Bismillah segala puji hanya milik ALLAH yang sampai saat ini masih memberikan kita nikmat Iman, Islam, sehat, nikmat dalam menjalankan sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatya.

Judul pada note kali ini “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” itulah gambaran yang pas atau sesuai yang menggambarkan betapa bahagianya ana bisa mengenal dakwah ini. Mungkin sebagian orang masih asing dengan kata shalafush shalih, salaf, salafi dan as-Salafiyyun, bahkan diantara orang yang sudah mengetahui kata-kata tersebut masih salah kaprah atau salah mengartikan kata-kata tersebut, sehingga rancu untuk diterjemahkannya atau salah dalam mengartikannya. Tapi saya tidak ingin membahasnya terlalu lebar, karena ada buku yang sudah membahasnya insyaALLAH ana akan memberikan refrensinya sebagai rujukan untuk dipahami, InsyaALLAH.

Beralih ke pengalaman ana dalam mengenal dakwah islam, pada awalnya ana hanya seorang awam mungkin sampai saat ini juga masih awam dan butuh banyak belajar, sepengalaman ana yang masih berumur 20 th terkadang emosi sedang membara, semangat sedang berkoar-koar, berpikiran idealis, ingin tampil jadi yang terbaik ya itulah sedikit gambaran tentang anak muda.

Ana sangat mengalami betul ketika jauh dari ilmu agama, malah saking jahil/bodoh ana menganggap semua agama itu baik, tidak mengetahui apa itu tauhid, syirik, sunnah, bid’ah dan lain-lain dalam perkara agama, emank benar hidup dalam kebodohan sangat tidak enak, gampang diajak kesana kemari. Jujur ana pernah ikut khurujnya jamaah tabligh, ana menganggap wah kelompok ini benar dengan memakai jubah atau gamis, berjenggot, khusyuk dalam ibadah dan zikir seolah-olah ini lah jalan yang selamat, jalan yang lurus, jalan yang dijanjikan surga tapi ternyata mereka adala thoreqot sufi yang identik disebut dengan sufiyah gaya baru, wal iyaadhu billah, apa jadinya ana kalau tidak diberi petunjuk oleh ALLAH, mungkin ana sudah sesat seumur hidup.

Ya sekali lagi hidup dalam kebodohan dalam memahami agama sangat tidak enak hanya memandang dari luarnya saja tanpa mau mengkaji ilmunya, sangat disayangkan apabila anak muda dizaman sekarang ini hanya menggunakana hawa nafsunya saja dalam menjalankan Islam, tetapi tidak tahu dalil yang diterima shahih atau tidak. Ana akan kasih contoh sedikit, ketika itu ana sekolah dan setiap pelajaran agama Islam pasti ada praktek wudhu atau shalat, ketika ana praktikan wudhu dan shalat sesuai dengan buku yang ana punya dahulu memang tidak ada perbedaan pendapat dengan guru agama di sekolah, dan gurunya pun tidak menegur kalau ini salah atau betul dan yang sangat membuat diri ana malu pada saat ini, kenapa ana tidak tanyakan kepada guru tersebut “pak dalilnya apa kalau kita harus berwudhu dan shalat dengan gerakan semacam ini?” itulah yang membuat ana menyesal sampai saat ini, betapa bodohnya dan malasnya dalam menuntut ilmu dien.

Sampai akhirnya ana mengetahui dalil-dalinya dalam berwudhu dan shalat dan ternyata sangat bertolak dengan yang ana praktekan ketika sekolah dahulu.hmmmm nasi sudah menjadi bubur, bukan berarti ana patah semangat, justru harus semangat untuk mengetahui agama yang haq itu seperti apa. Oke kita beralih ke pengalaman berikutnya, mungkin sebahagian antum sudah tahu yang namanya NII(Negara Islam Indonesia) ya ana hampir pernah kejebak dengan kelompok sesat ini, gak kebayang bisa kenal sama kelompok kaya gini, bawain dalil Al-Quran sepotong-potong tanpa membawakan dalil lainya untuk memperkuat. Untung saja ana tidak masuk dalam kelompok ini, kejadian ini ketika ana baru lulus SMA. Memank kelompok ini mencari anak-anak muda yang tidak memiliki pemahaman agama dan ketika itu ana masuk dalam kategori incaran mereka.

Ketika membeli buku dan mendapatkan buku dari orang, ana tidak tahu apakah penerbit ini adalah penerbit yang haq, mengajarkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah yang shahih, ketika itu ana masih anak muda yang bodoh, asal beli saja. Dan ketika ana sudah mengenal dakwah yang haq baru ana tahu bahwa buku yang pernah dibeli dahulu adalah bukunya orang-orang JIL(jaringan Islam Liberal), rasanya lagi-lagi hidup dalam kebodohan tidak ada enaknya sama sekali, tapi untungnya bukunya udah ana robek-robek. Lagipula kalau kita baca buku mereka, susah sekali untuk dipahami ilmu yang gak bermanfaat deh pokoknya, jadi ana robek2 aja.

Kemudian mulailah ana masuk Kuliah, disini lah mulai jalan terbuka untuk ana yang ingin mendalami Islam dengan adanya liqo di kampus dan merupakan syarat wajib bagi mahasiswa baru ketika itu. Ternyata emank asik kumpul dalam satu liqo untuk sharing dalam agama, jadi tidak ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak, istilah kerenya sih bebas dalam mengutarakan pendapat yah karena yang dibahas juga bersifat umum bukan bersifat khusus atau bukan membahas yang bersifat ilmu, ada pun yang bersifat khusus itu sangat sedikit sekali yang membahas masalah ilmu, yang ada kebanyakan politik, ekonomi, film Islami ,perkembangan masyarakat sekarang ini bagaimandll ibaratnya tidak lebih dari berita koran. Awalnya ana sendiri tidak ada curiga, karena ana sendiri masih jahil, tidak tahu sebenarnya kelompok ini kelompok apa???!!! Apakah kelompok yang sesuai sunnah atau tidak, yang ana lihat kakak mentornya Isbal(menjulurkan celana melebihi mata kaki), jenggotnya dicukur, yah ketika itu ana belum tahu sama sekali apa hukumnya isbal dan jenggot.

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk memelihara jenggot, membiarkannya tumbuh dan menyuburkannya serta memotong kumis dan memendekkannya. Yang seharusnya adalah mentaatinya dan mengagungkan perintah dan larangannya dalam segala perkara. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan, bahwa para ulama telah sepakat bahwa memelihara jenggot dan memotong kumis termasuk perkara yang diperintahkan. Adalah kebinasaan dan kerugian serta akibat yang buruk bagi yang bermaksiat terhadap Allah dan RasulNya. Begitu pula meninggikan pakaian hingga di atas mata kaki, merupakan perkara yang diperintahkan, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [Shahih Muslim, kitab Ath-Thaharah (260)]

“Artinya : Bagian yang melebihi mata kaki yang tertutup pakaian, maka termpatnya di neraka” [Hadits Riwayat Al-Bukahri dalam Shahihnya, kitab Al-Libas 5787]
.

Lagi-lagi ana terjebak dalam kebodohan dan lembah hitam. Dikira ini baik tahu-tahunya bukan, sampai serba salah jadinya. Alhamdulillah Allah tidak mematahkan semangat ana untuk mencari yang haq(kebenaran). Ana ingin bilang kalau hidayah itu benar-benar mahal sekali bahkan uang bermilyaran atau triliyunan atau dunia dan seisinya tidak akan sanggup untuk mengalahkan kemewahan hidayah yang ALLAH kasih terhdap hambanya, tetapi perlu diingat bahwa hidayah tidak cukup hanya mengadahkan tangan saja tanpa mau belajar dan mencari ilmunya, ALLAH akan memberikan hidayah siapa yang Dia kehendaki dan ALLAH akan menyesatkan siapa yang DIA kehendaki pula, tapi perlu diingat ALLAH itu tidak dzhalim terhadap hambanya. Dengan kita mengkaji ilmu insyaALLAH hidayah itu datang atas izin ALLAH dan mendapatkan hidayah itu tidak mudah apalagi mempertahankan hidayah itu sendiri, butuh perjuangan, letihnya badan, letihnya pikiran. Wah gak nyangka ana bisa berbagi pengalaman dengan antum semua, hmmm mudah-mudahan tidak bosan atau jenuh dengan ana.he… mungkin terlalu serius y bahasanya??!!tapi tenang aja, InsyaALLAH ana bisa diajak bercanda koq.he…mungkin mata agak sedikit lelah karena membaca note yang tulisannya kecil-kecil, boleh koq sambil diminum tehnya atau kopinya atau air mineral juga gak apa-apa, kalau bisa sih minum madu biar lebih fresh.he…oke kita lanjutkan ceritanya!!! Ana akan membawakan dengan sedikit gaya bahasa yang lebih fresh, lebih enyak dan tidak terlalu serius.he….karena kebanyakan orang sukanya yang unik tidak monoton apalagi serius banget, malah yang paling parah bisa bikin tidur karena bahasanya menggunakan istilah semua biar keliatan pinternya.he…tenang aja ana gak suka menggunakan istilah-istialah yang berada di luar nalar atau akal sehat koq(loh kaya orang ga waras aja)siiip deh…mudah-mudahan masih semangat.

Setelah ana mengetahui bahwa liqo yang diadakan kampus adalah IM(ikhwanul Muslimin), awalnya ketika mengetahui nama tersebut masih asing ditelinga, memank sih namanya berbau islam. Tapi jujur ketika itu ana sendiri tidak tahu apa tujuan kelompok ini. Walah lagi-lagi ana ini bodoh, mau belajar agama tetapi tidak tahu ilmunya bahasa gaulnya sih Taqlid(tukang ikut-ikutan tanpa cari dalil). Sampai kemudian ana mulai mempelajari sejarahnya siapa kelompok ini dan apa tujuannya. Mulailah ada teman yang membuka jalan ana untuk mengenali dakwah salaf, sebenarnya lucu sih ceritanya ketika bertemu pertama kali(udah kaya cerita sinetron aja ye…) ketika itu dia merupakan satu-satunya ikhwan yang celananya gantung di kelas, sempat ana bilang dalam hati “masih ada y orang kaya gitu pake celana”,kalau diinget-inget lucu banget malah ujung-ujungnya ana tahu dakwah salaf dari dia, afwan ya namanya gak ana kasih tahu soalnya ana blum minta izin untuk namanya dicantumin dalam note, takutnya kalau ada nama dia, entar dia minta royalty.he…gak koq Cuma becanda aja. Nah orang ini lah yang sampai sekarang menjadi sahabat akrab ana dalam menuntut ilmu yang menjadikan kami thulabul ilmy, gak kebayang nikmatnya menuntut ilmu bareng-bareng, itikaf bareng di masjid hanya untuk ikut kajian akbar, rela pergi jauh2 untuk nuntut ilmu padahal bekal pas-pasan, makan seadanya ,bau badan yang menyengat, rela digigitin nyamuk yang ganas-ganas, tetapi semua itu nikmat karena ilmu yang kami peroleh, duduk paling depan ketika kajian, wah pokonya enak banget deh, ana sendiri aja belum pernah senikmat ini dalam hidup. Oh y awalnya ana mengenal dakwah salaf masih setengah niat, diajak kajian ketika itu masih ogah-ogahan karena perbedaan dengan firqoh2 lain yang pernah ana ikuti, berbeda sekali jadi sedikit butuh waktu untuk menyesuaikannya. Waktulah yang akhirnya berbicara yang membuat ana Alhamdulillah sampai saat ini semangat dalam mengamalkan manhaj salaf ini. Semoga kita semua bisa ya!!!!amin…

Oke kalau tadi sedikit pengalaman ana mengarungi firqoh-firqoh karena kejahilan diri pribadi sendiri, kini ana akan coba menjabarkan pint-point penting “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” loh belum inti toh(he…maap ya kali ini benar-benar panjang notenya, kayaknya harus begadang deh).

1] PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH


A.Definisi Aqidah



Menurut bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al-‘aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwwah yang artinya mengikat dengan kuat menurut istilah, ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi yang meyakininya.

Sedangkan ‘Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan pasti kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan seluruh kewajiban, bertauhid(tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan Asma’ wash shifat Allah), dan taat kepada-NYA, beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, takdir yang baik maupun buruk dan mengimani seluruh prinsip-prinsip agama.

B. Denisi Salaf

.

Menurut bahasa, Salaf artinya orang yang terdahulu(nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama . Salaf berarti para pendahulu. Menurut istilah, Salaf berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat Islam yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/massa) yang pertama dimuliakan oleh Allah Ta’ala, mana dalilnya???.

sebagai mana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Sebaik-baik masa adalah pada masaku ini(yaitu masa para Sahabat), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’in), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’ut Tabi’in).”[Shahih: HR.Al-Bukhari(no.2652)] .

Ahlus Sunnah wal Jamaah dikatakan juga as-Salafiyyun karena mereka mengikuti manhaj salafush shalih dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in. kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka –di sepanjang masa, -mereka ini disebut Salafi karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan seperti yang dipahami kebanyakn orang, tetapi sebagai manhaj(jalan hidup dalam ber–‘Aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dll) yang wajib diikuti setiap muslim. Jadi pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum sebelum terjadi perpecahan dan perselisihan.

B. Denisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah

.
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan atau cara, baik jalan itu terpuji maupun tercela.
Menurut istilah ulama ‘aqidah, As-Sunnah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum baik dalam ilmu, I’tiqad(keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan Ini adalah As-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengikuti akan dipuji dan orang yang menyalahi akan dicela.

Al-Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran. disebut Al-Jama’ah, kerena bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kpemimpinan para imam(yang berpegang kepada) al-haqq(kebenaran), tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang menjadi kesepakatan Salaful Ummah5 .

Jadi Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perkara-perkara baru dalam agama.
Mereka disebut juga Ahlul Hadits, Ahlul Atsar, Ahlul-Ittiba’, ath-Thaa-ifattul Manshuurah(golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah(golongan yang selamat), dan al-Ghurabaa’(orang asing).

SEJARAH MUNCULNYA ISTILAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

.
Istilah Ahlus sunnah wal jama’ah ini telah ada sejak generasi pertama ummat Islam pada kurun yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, ada gak dalilnya??

Ada koq coba deh simak!!!!

“PADA HARI YANG DI WAKTU ITU ADA MUKA YANG PUTIH BERSERI, DAN ADA PULA MUKA YANG HITAM MURAM…..’”(QS. ALI’IMRAN:106)
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata “yakni pada hari kiamat, ketika menjadi putih wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah. dan menjadi hitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan perpecahan .

Ayyub as-Shiktiyani rahimahullaah, ia berkata,”Apabila aku dikabarkan tentang meninggalanya seorang ahlus sunnah seolah-olah hilang satu anggota tubuhku.”
Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata,”Aku wasiatkan kalian tetap berpegang kepada ahlus Sunnah dengan baik, karena mereka adalah al-ghurabaa’(orang asing). Alangkah sedikitnya Ahlus sunnah wal jama’ah.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulaah. Berkata dalam muqaddimah kitabnya, As-Sunnah,”inilah madzhab ahlul ‘ilmi, ash-haabul atsar dan Ahlus Sunnah, yang mereka dikenal sebagai pengikut Sunnah Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallaahu ‘anhum hingga pada masa sekarang ini…”

2]KARAKTERISTIK DAN KEISTIMEWAAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

.

1. Sumbernya otentik
2. Berpegang teguh kepada prinsip berserah diri kepada ALLAH dan kepada Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
3. Sejalan dengan fitrah yang suci dan akal sehat.
4. Mata rantai sanadnya sampai kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para Sahabatnya, para Tabi’in, serta para imam yang mendapatkan petunjuk.
5. Jelas dan gamblang
6. Bebas dari Kerancuan, kontradiksi, dan kesamaran.
7. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan faktor utama bagi kemenangan dan kebahagian abadi di dunia dan akhirat.
8. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ‘Aqidah yang dapat mempersatukan ummat
9. Tetap utuh, kokoh, dan langgeng sepanjang masa.
10. Allah menjamin orang yang menetapi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan kehidupan yang mulia.

Itulah beberapa point kenapa saya memilih manhaj Salaf. Sebenarnya note ini merupakan note2 sebelumnya yang berjudul “Mulia dengan Sunnah”. Pasti banyak orang yang bertanya-tanya seperti ini “loh kan kelompok-kelompok lain mengaku ahlus sunnah wal jamaah!!!apa bedanya sama ahlus sunnah lainnya??” yah anggapan tersebut sering ana jumpai, yang mengaku kelompok mereka merupakan ahlus sunnah wal jamaah, berkali-kali ana ingin bilang kalau orang bodoh dalam agama pasti mereka tidak bisa membedakan mana yang disebut ahlus sunnah wal jamaah mana yang bukan(hanya menyebut diri sebagai ahlus sunnah pada hakikatnya bukan sama sekali). Yah itu lah hidup dalam kebodohan sangat merugi, seperti yang sudah ana katakan di atas, dikiranya ini baik tahu-tahunya bukan, dikiranya ini sunnah tahu-tahunya bid’ah. Ilmu lah yang akan menjawab semua kebodohan, mustahil seseorang ingin mengetahui mana tauhid, mana syirik,mana sunnah,mana bid’ah tanpa mencari ilmunya. Cuma hanya menunggu dan menunggu, tidak akan bisa, ilmu itu wajib kita cari. Terkadang banyak juga masyarakat yang lebih senang terima blak-blakan omongan ust nya ”loh kan kata ust saya berkata seperti ini,pasti benar lah,wong namanya ust” ini juga salah kaprah dalam masyarakat, jangan menganggap ust itu sebagai orang yang terbebas dari kesalahan. Mana ada manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Gimana?masih mau menjadi orang bodoh?ana akan kasih beberapa contoh lainnya yang InsyaAllah bisa menjadi renungan untuk kita semua.

Banyak orang-orang yang sudah bergelar prof,doktor, dll tetapi tidak tahu Tauhid, tidak Tahu Sunnah, Tidak tahu syirik, Tidak Tahu bid’ah. Ini sama saja gelar mereka tidak ada apa-apanya, sama saja mereka dengan orang-orang awam, karena apa? Mempelajari ilmu dien(agama) itu wajib bagi setiap muslim dan tidak ada penghalangnya, sedangkan mempelajari ilmu dunia, seperti kedokteran, komputer, pertanian dll merupakan fardu kifayah yaitu gugur kewajibannya apabila yang lain sudah mengamalkannya atau mengerjakannya. Jadi jangan kita anggap karena seorang prof, DR dengan seenak-enaknya tidak belajar agama. Malah saya katakan, misal ada dua orang yang pertama dia tidak ahli ilmu kedunian, tetapi tahu hak-hak ALLAH sedangkan yang kedua merupakan orang terkenal dengan gelar PROFESORnya tetapi tidak tahu Tauhid, bagaimana wudhu dan shalat yang benar, saya akan katakan orang yang pintar adalah orang yang pertama meskipun tidak memiliki gelar apa pun. Jadi intinya kita jangan melihat orang dari jabatan Dunianya saja, tapi lihat agama seseorang.

“Ketauhilah ilmu Syar’I adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan oleh orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat” oleh al ilmam ibnu qayim.

Jadi orang yang dikatakan berilmu adalah orang-orang yang mengetahui hak-hak ALLAH. Timbul lah pertanyaan di dalam diri kita, sudahkah kita mengetahui hak-hak Allah?sudahkah kita mengamalkan apa yang diajarkan Rasulullah?.

Ketika masa-masa jahil dahulu sangat berat sekali langkah kaki ini untuk menuntut ilmu, mengeluarkan tenaga, pikiran bahkan untuk membeli kitab saja enggan Rasanya. Benarlah bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat. Apakah kita tidak ingin mendapatkan cahaya Allah?apakah kita tidak menginginkan perjumpaan dengan Allah kelak?. Ya pelajari ilmu yang shahih apa yang dibawakan oleh Rasulullah dan yang diajarkan oleh para Sahabat. Banyak ketika kita tanyakan kepada anak muda untuk menyuruhnya menuntut ilmu, dengan pasrah mereka mengatakan “ya saya seperti ini karena udah kebiasaan teman-teman,sulit rasanya bepisah” apa ini perkataan yang baik dan pantas yang keluar dari bibir kita?mana yang lebih engkau Takutkan adzhab Allah atau sekedar teman yang jahil(bodoh) dalam agama. Kalau saya bilang sebenarnya mereka sadar, tetapi mereka lebih takut untuk kehilangan teman daripada hidayah Allah. Beruntunglah orang-orang yang telah mendapatkan hidayah dan petunjuk Allah.

Duduk dengan orang-orang yang baik dan shalih yang dipercaya dalam keilmuan mereka atau amanat mereka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi tidak akan melukaimu, mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap”. [Hadits riwayat Bukhari]

Maka wajib bagimu wahai pemuda, untuk berteman dengan orang-orang yang sudah dikenal berakhlak baik dan menjauh dari akhlak yang jelek dan perbuatan yang hina, hingga engkau mengambil dari teman itu "madrasah" darinya engkau mendapatkan pertolongan untuk berakhlak baik.

Hendaknya seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak yang buruk, karena akhlak yang buruk dibenci, dan buruk akhlak itu dijauhi, dan buruk akhlak itu disifati dengan sifat yangjelek.

Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya.

Itulah alasannya ana meninggalkan teman-teman yang jauh dari agama, ana tidak ingin larut dalam kebodohan, hobinya hanya kumpul-kumpul, bermain musik, mendengarkan nyanyian. Benar-benar terasa mati hati ini ketika dibacakan firman Allah. Jadi apakah masih mau berteman dengan orang-orang yang jauh dari agama?silahkan dijawab sendiri!!!

sedikit point tambahan kenapa saya memilih manhaj salaf, terkadang saya mengamati kajian-kajian yang ada di TV koq Hijab(pembatas) antara ikhwan dan akhwatnya terbuka lebar, artinya si ikhwan dan akhwat dengan jelas bisa melihat atau berpandang-pandangan. Sedangkan terkadang ust nya sendiri suka bilang “jagalah hati jangan kau kotori” mungkin antum semua sudah tahu kata-kata tersebut, bagaimana mungkin kita bisa menjaga hati kalau mata ini saja masih bergerak bebas untuk melihat wanita yang jelas-jelas hijabnya tidak sempurna. Dan yang lebih saya sayangkan ust-ust nya ketika membawakan ceramah hampir tidak pernah membawa kitab, ceramah hanya dengan mik saja. Kalau yang dia ceramahkan ketika membawakan hadits dan periwayatannya salah bagaimana?.

Saya teringat cerita imam-imam terdahulu yang hafal ribuan hadits tetapai mereka para imam tetap membawakan kitab untuk diajarkan kepada murid-muridnya, karena kehati-hatiannya. masyaAllah sungguh ana takjub dan bangga bisa mengenal dakwah Salaf, karena setiap ana kajian yang dibahas pasti dengan membawakan kitab. Sehingga yang kami dapatkan adalah ilmu bukan omongan ust nya tetapi ilmu yang telah Rasulullah Ajarkan dan ust hanya sebagai perantara dalam menyampaikannya.wallahu a’lam(semoga mengerti maksud saya).

Dan berikutnya yang ana amati ada sebagian ust di TV yang bermain film komedi, apa gak aneh jadinya??!!! Mestinya sosok ust yang menjadi panutan masyarakat islam dalam memberikan materi dakwah, tapi ini malah menjadi pemain komedi, kita tahu bahwa komedi itu sendiri banyak dustanya.hmmmm kalau kita tidak pintar-pintar memilih ust akan menjadi bumerang buat diri kita sendiri. Saya ingin bertanya apakah sebagian kita sudah mengetahui bahwa alat-alat musik dan nyanyian dalam islam itu haram(dilarang)?pernahkah kita melihat sebagian ust yang berdakwah menggunakan musik sebagai sarana dakwah? Ya itulah fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat, apa ini yang disebut ust yang mengetahui sunnah Nabi?! Padahal jelas dalam islam musik itu haram, apa dalilnya ?
Sesungguhnya mendengarkan nyanyian atau lagu hukumnya haram dan merupakan perbuatan mungkar yang dapat menimbulkan penyakit, kekerasan hati dan dapat membuat kita lalai dari mengingat Allah serta lalai melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama menafsirkan kata lahwal hadits (ucapan yang tidak berguna) dalam firman Allah dengan nyanyian atau lagu.

“Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman:6]

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa yang dimaksud dengan kata lahwul hadits adalah nyanyian atau lagu. Jika lagu tersebut diiringi oleh musik rebab, kecapi, biola, serta gendang, maka kadar keharamannya semakin bertambah. Sebagian ulama bersepakat bahwa nyanyian yang diiringi oleh alat musik hukumnya adalah haram, maka wajib untuk dijauhi. Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau berpendapat.

“Artinya : Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr, dan alat musik” [Al-Bukhari].

Bagaimana mungkin dakwah dengan nyanyian, sungguh aneh dan bodoh, terasa sekali tidak ada ilmunya. Yang dikatakn ilmu adalah perkataan ALLAH, perkataan Rasulullah dan perkataan para sahabat itu baru ilmu, bukan dengan nyanyian, orang bisa saja mabuk sambil bernyanyi. Saya pernah diberitahu bahwa ada ust yang gencar mendakwahkan lewat dangdut(sebahagian dari kita sudah mengetahui), banyak sekali masyarakat yang kagum dan menggemari musiknya tetapi yang anehnya ada orang mabuk sambil joged dengan nyanyiannya. Lucu kan jadinya, mau berdakwah, tetapi tidak ada ilmunya, malah joged-joged. Y sudahlah emank lucu mau diapakan lagi, mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah dan petunjuk begitu pun dengan kita semoga senantiasa mendapatkan perlindungan oleh ALLAh.

Kalau ada UST yg menolak Dakwah Salaf, coba deh tanya ke UST nya langsung "Ust mau Surga gak?"psti jwabannya ya mau lah,"emank ust dijanjikan masuk Surga?"pasti jawabannya gak(Kalo ngaku ust nya dijanjiin masuk surga, lebih baik tinggalin majelisnya deh udah sesat tuh namanya!!!),"ust tau gak siapa yg pertama kali ditarbiyah oleh Rasulullah?",pasti jwabnnya para Sahabat donk,”ust tahu gak siapa orang yang pertama kali beriman setelah Rasulullah?"pasti jawabnya para sahabat adek yang manis,”ust tahu gak orang yang dijanjikan surga oleh Allah setelah Rasulullah?”jawabannya pasti para sahabat,”ust tahu orang yang berilmu setelah Rasulullah?”,jawabanya para sahabat naq,”ust tahu gak orang yang paling baik amalnya setelah Rasulullah?”,waduuh ya para sahabat dunk,” ust yang baik tahu gak siapa yang menemani Rasulullah dalam berjihad?”, waduh anak manis ya jawabannya para sahabat dunk, mereka kan gagah-gagah dan pemberani,”nah ust tahu gak kalau orang yang paling paham dengan ilmu yang dibawakan oleh Rasulullah?”,banyak nanya nih kaya quis aja, ya jawabannya para sahabat lah,”nah itu ust tahu,KENAPA UST MENOLAK DAKWAH SALAF?" bgung deh tu UST pastinya ,malah lbih pinter muridnya...kalau tuh ust masih ngeyel berarti ust nya sombong, merasa lebih pintar dari sahabat Rasulullah. Wallahu a’lam.

Rasanya saya cukupkan dahulu sampai sini, InsyaALLAH akan ada lanjutannya karena banyak sekali yang ingin dibahas. Oh ya apabila antum-antum semua punya pengalaman yang menarik dalam mengenal dakwah silahkan ya berbagi cerita dengan ana, ana akan sangat senang sekali. Jujur ana sangat bahagia bertemu dengan orang-orang yang telah mendapatkan hidayah Allah dan orang seperti itu telah banyak bercerita kepada ana, makanya ana berani untuk menulis note ini, yup udah malem nih, semoga semangat selalu y dan jangan bosan-bosan untuk menegur ana apabila ada kesalahan, ana akan terima dengan lapang dada. Oh ya untuk memperjelas mulia dengan manhaj salaf antum semua bisa baca kembali di note saya yang berjudul”mulia dengan sunnah” InsyaAllah pembahasannya jelas dan gamblang Barakallahu fyk. Wasalamu’alaykum….






















Bismillah segala puji hanya milik ALLAH yang sampai saat ini masih memberikan kita nikmat Iman, Islam, sehat, nikmat dalam menjalankan sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatya.

Judul pada note kali ini “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” itulah gambaran yang pas atau sesuai yang menggambarkan betapa bahagianya ana bisa mengenal dakwah ini. Mungkin sebagian orang masih asing dengan kata shalafush shalih, salaf, salafi dan as-Salafiyyun, bahkan diantara orang yang sudah mengetahui kata-kata tersebut masih salah kaprah atau salah mengartikan kata-kata tersebut, sehingga rancu untuk diterjemahkannya atau salah dalam mengartikannya. Tapi saya tidak ingin membahasnya terlalu lebar, karena ada buku yang sudah membahasnya insyaALLAH ana akan memberikan refrensinya sebagai rujukan untuk dipahami, InsyaALLAH.

Beralih ke pengalaman ana dalam mengenal dakwah islam, pada awalnya ana hanya seorang awam mungkin sampai saat ini juga masih awam dan butuh banyak belajar, sepengalaman ana yang masih berumur 20 th terkadang emosi sedang membara, semangat sedang berkoar-koar, berpikiran idealis, ingin tampil jadi yang terbaik ya itulah sedikit gambaran tentang anak muda.

Ana sangat mengalami betul ketika jauh dari ilmu agama, malah saking jahil/bodoh ana menganggap semua agama itu baik, tidak mengetahui apa itu tauhid, syirik, sunnah, bid’ah dan lain-lain dalam perkara agama, emank benar hidup dalam kebodohan sangat tidak enak, gampang diajak kesana kemari. Jujur ana pernah ikut khurujnya jamaah tabligh, ana menganggap wah kelompok ini benar dengan memakai jubah atau gamis, berjenggot, khusyuk dalam ibadah dan zikir seolah-olah ini lah jalan yang selamat, jalan yang lurus, jalan yang dijanjikan surga tapi ternyata mereka adala thoreqot sufi yang identik disebut dengan sufiyah gaya baru, wal iyaadhu billah, apa jadinya ana kalau tidak diberi petunjuk oleh ALLAH, mungkin ana sudah sesat seumur hidup.

Ya sekali lagi hidup dalam kebodohan dalam memahami agama sangat tidak enak hanya memandang dari luarnya saja tanpa mau mengkaji ilmunya, sangat disayangkan apabila anak muda dizaman sekarang ini hanya menggunakana hawa nafsunya saja dalam menjalankan Islam, tetapi tidak tahu dalil yang diterima shahih atau tidak. Ana akan kasih contoh sedikit, ketika itu ana sekolah dan setiap pelajaran agama Islam pasti ada praktek wudhu atau shalat, ketika ana praktikan wudhu dan shalat sesuai dengan buku yang ana punya dahulu memang tidak ada perbedaan pendapat dengan guru agama di sekolah, dan gurunya pun tidak menegur kalau ini salah atau betul dan yang sangat membuat diri ana malu pada saat ini, kenapa ana tidak tanyakan kepada guru tersebut “pak dalilnya apa kalau kita harus berwudhu dan shalat dengan gerakan semacam ini?” itulah yang membuat ana menyesal sampai saat ini, betapa bodohnya dan malasnya dalam menuntut ilmu dien.

Sampai akhirnya ana mengetahui dalil-dalinya dalam berwudhu dan shalat dan ternyata sangat bertolak dengan yang ana praktekan ketika sekolah dahulu.hmmmm nasi sudah menjadi bubur, bukan berarti ana patah semangat, justru harus semangat untuk mengetahui agama yang haq itu seperti apa. Oke kita beralih ke pengalaman berikutnya, mungkin sebahagian antum sudah tahu yang namanya NII(Negara Islam Indonesia) ya ana hampir pernah kejebak dengan kelompok sesat ini, gak kebayang bisa kenal sama kelompok kaya gini, bawain dalil Al-Quran sepotong-potong tanpa membawakan dalil lainya untuk memperkuat. Untung saja ana tidak masuk dalam kelompok ini, kejadian ini ketika ana baru lulus SMA. Memank kelompok ini mencari anak-anak muda yang tidak memiliki pemahaman agama dan ketika itu ana masuk dalam kategori incaran mereka.

Ketika membeli buku dan mendapatkan buku dari orang, ana tidak tahu apakah penerbit ini adalah penerbit yang haq, mengajarkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah yang shahih, ketika itu ana masih anak muda yang bodoh, asal beli saja. Dan ketika ana sudah mengenal dakwah yang haq baru ana tahu bahwa buku yang pernah dibeli dahulu adalah bukunya orang-orang JIL(jaringan Islam Liberal), rasanya lagi-lagi hidup dalam kebodohan tidak ada enaknya sama sekali, tapi untungnya bukunya udah ana robek-robek. Lagipula kalau kita baca buku mereka, susah sekali untuk dipahami ilmu yang gak bermanfaat deh pokoknya, jadi ana robek2 aja.

Kemudian mulailah ana masuk Kuliah, disini lah mulai jalan terbuka untuk ana yang ingin mendalami Islam dengan adanya liqo di kampus dan merupakan syarat wajib bagi mahasiswa baru ketika itu. Ternyata emank asik kumpul dalam satu liqo untuk sharing dalam agama, jadi tidak ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak, istilah kerenya sih bebas dalam mengutarakan pendapat yah karena yang dibahas juga bersifat umum bukan bersifat khusus atau bukan membahas yang bersifat ilmu, ada pun yang bersifat khusus itu sangat sedikit sekali yang membahas masalah ilmu, yang ada kebanyakan politik, ekonomi, film Islami ,perkembangan masyarakat sekarang ini bagaimandll ibaratnya tidak lebih dari berita koran. Awalnya ana sendiri tidak ada curiga, karena ana sendiri masih jahil, tidak tahu sebenarnya kelompok ini kelompok apa???!!! Apakah kelompok yang sesuai sunnah atau tidak, yang ana lihat kakak mentornya Isbal(menjulurkan celana melebihi mata kaki), jenggotnya dicukur, yah ketika itu ana belum tahu sama sekali apa hukumnya isbal dan jenggot.

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk memelihara jenggot, membiarkannya tumbuh dan menyuburkannya serta memotong kumis dan memendekkannya. Yang seharusnya adalah mentaatinya dan mengagungkan perintah dan larangannya dalam segala perkara. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan, bahwa para ulama telah sepakat bahwa memelihara jenggot dan memotong kumis termasuk perkara yang diperintahkan. Adalah kebinasaan dan kerugian serta akibat yang buruk bagi yang bermaksiat terhadap Allah dan RasulNya. Begitu pula meninggikan pakaian hingga di atas mata kaki, merupakan perkara yang diperintahkan, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [Shahih Muslim, kitab Ath-Thaharah (260)]

“Artinya : Bagian yang melebihi mata kaki yang tertutup pakaian, maka termpatnya di neraka” [Hadits Riwayat Al-Bukahri dalam Shahihnya, kitab Al-Libas 5787]
.

Lagi-lagi ana terjebak dalam kebodohan dan lembah hitam. Dikira ini baik tahu-tahunya bukan, sampai serba salah jadinya. Alhamdulillah Allah tidak mematahkan semangat ana untuk mencari yang haq(kebenaran). Ana ingin bilang kalau hidayah itu benar-benar mahal sekali bahkan uang bermilyaran atau triliyunan atau dunia dan seisinya tidak akan sanggup untuk mengalahkan kemewahan hidayah yang ALLAH kasih terhdap hambanya, tetapi perlu diingat bahwa hidayah tidak cukup hanya mengadahkan tangan saja tanpa mau belajar dan mencari ilmunya, ALLAH akan memberikan hidayah siapa yang Dia kehendaki dan ALLAH akan menyesatkan siapa yang DIA kehendaki pula, tapi perlu diingat ALLAH itu tidak dzhalim terhadap hambanya. Dengan kita mengkaji ilmu insyaALLAH hidayah itu datang atas izin ALLAH dan mendapatkan hidayah itu tidak mudah apalagi mempertahankan hidayah itu sendiri, butuh perjuangan, letihnya badan, letihnya pikiran. Wah gak nyangka ana bisa berbagi pengalaman dengan antum semua, hmmm mudah-mudahan tidak bosan atau jenuh dengan ana.he… mungkin terlalu serius y bahasanya??!!tapi tenang aja, InsyaALLAH ana bisa diajak bercanda koq.he…mungkin mata agak sedikit lelah karena membaca note yang tulisannya kecil-kecil, boleh koq sambil diminum tehnya atau kopinya atau air mineral juga gak apa-apa, kalau bisa sih minum madu biar lebih fresh.he…oke kita lanjutkan ceritanya!!! Ana akan membawakan dengan sedikit gaya bahasa yang lebih fresh, lebih enyak dan tidak terlalu serius.he….karena kebanyakan orang sukanya yang unik tidak monoton apalagi serius banget, malah yang paling parah bisa bikin tidur karena bahasanya menggunakan istilah semua biar keliatan pinternya.he…tenang aja ana gak suka menggunakan istilah-istialah yang berada di luar nalar atau akal sehat koq(loh kaya orang ga waras aja)siiip deh…mudah-mudahan masih semangat.

Setelah ana mengetahui bahwa liqo yang diadakan kampus adalah IM(ikhwanul Muslimin), awalnya ketika mengetahui nama tersebut masih asing ditelinga, memank sih namanya berbau islam. Tapi jujur ketika itu ana sendiri tidak tahu apa tujuan kelompok ini. Walah lagi-lagi ana ini bodoh, mau belajar agama tetapi tidak tahu ilmunya bahasa gaulnya sih Taqlid(tukang ikut-ikutan tanpa cari dalil). Sampai kemudian ana mulai mempelajari sejarahnya siapa kelompok ini dan apa tujuannya. Mulailah ada teman yang membuka jalan ana untuk mengenali dakwah salaf, sebenarnya lucu sih ceritanya ketika bertemu pertama kali(udah kaya cerita sinetron aja ye…) ketika itu dia merupakan satu-satunya ikhwan yang celananya gantung di kelas, sempat ana bilang dalam hati “masih ada y orang kaya gitu pake celana”,kalau diinget-inget lucu banget malah ujung-ujungnya ana tahu dakwah salaf dari dia, afwan ya namanya gak ana kasih tahu soalnya ana blum minta izin untuk namanya dicantumin dalam note, takutnya kalau ada nama dia, entar dia minta royalty.he…gak koq Cuma becanda aja. Nah orang ini lah yang sampai sekarang menjadi sahabat akrab ana dalam menuntut ilmu yang menjadikan kami thulabul ilmy, gak kebayang nikmatnya menuntut ilmu bareng-bareng, itikaf bareng di masjid hanya untuk ikut kajian akbar, rela pergi jauh2 untuk nuntut ilmu padahal bekal pas-pasan, makan seadanya ,bau badan yang menyengat, rela digigitin nyamuk yang ganas-ganas, tetapi semua itu nikmat karena ilmu yang kami peroleh, duduk paling depan ketika kajian, wah pokonya enak banget deh, ana sendiri aja belum pernah senikmat ini dalam hidup. Oh y awalnya ana mengenal dakwah salaf masih setengah niat, diajak kajian ketika itu masih ogah-ogahan karena perbedaan dengan firqoh2 lain yang pernah ana ikuti, berbeda sekali jadi sedikit butuh waktu untuk menyesuaikannya. Waktulah yang akhirnya berbicara yang membuat ana Alhamdulillah sampai saat ini semangat dalam mengamalkan manhaj salaf ini. Semoga kita semua bisa ya!!!!amin…

Oke kalau tadi sedikit pengalaman ana mengarungi firqoh-firqoh karena kejahilan diri pribadi sendiri, kini ana akan coba menjabarkan pint-point penting “KENAPA SAYA MEMILIH DAKWAH SALAF?” loh belum inti toh(he…maap ya kali ini benar-benar panjang notenya, kayaknya harus begadang deh).

1] PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH


A.Definisi Aqidah



Menurut bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al-‘aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwwah yang artinya mengikat dengan kuat menurut istilah, ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi yang meyakininya.

Sedangkan ‘Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan pasti kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan seluruh kewajiban, bertauhid(tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan Asma’ wash shifat Allah), dan taat kepada-NYA, beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, takdir yang baik maupun buruk dan mengimani seluruh prinsip-prinsip agama.

B. Denisi Salaf

.

Menurut bahasa, Salaf artinya orang yang terdahulu(nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama . Salaf berarti para pendahulu. Menurut istilah, Salaf berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat Islam yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/massa) yang pertama dimuliakan oleh Allah Ta’ala, mana dalilnya???.

sebagai mana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Sebaik-baik masa adalah pada masaku ini(yaitu masa para Sahabat), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’in), kemudian yang setelahnya(masa Tabi’ut Tabi’in).”[Shahih: HR.Al-Bukhari(no.2652)] .

Ahlus Sunnah wal Jamaah dikatakan juga as-Salafiyyun karena mereka mengikuti manhaj salafush shalih dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in. kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka –di sepanjang masa, -mereka ini disebut Salafi karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan seperti yang dipahami kebanyakn orang, tetapi sebagai manhaj(jalan hidup dalam ber–‘Aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dll) yang wajib diikuti setiap muslim. Jadi pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum sebelum terjadi perpecahan dan perselisihan.

B. Denisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah

.
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan atau cara, baik jalan itu terpuji maupun tercela.
Menurut istilah ulama ‘aqidah, As-Sunnah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum baik dalam ilmu, I’tiqad(keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan Ini adalah As-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengikuti akan dipuji dan orang yang menyalahi akan dicela.

Al-Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran. disebut Al-Jama’ah, kerena bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kpemimpinan para imam(yang berpegang kepada) al-haqq(kebenaran), tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang menjadi kesepakatan Salaful Ummah5 .

Jadi Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perkara-perkara baru dalam agama.
Mereka disebut juga Ahlul Hadits, Ahlul Atsar, Ahlul-Ittiba’, ath-Thaa-ifattul Manshuurah(golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah(golongan yang selamat), dan al-Ghurabaa’(orang asing).

SEJARAH MUNCULNYA ISTILAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

.
Istilah Ahlus sunnah wal jama’ah ini telah ada sejak generasi pertama ummat Islam pada kurun yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, ada gak dalilnya??

Ada koq coba deh simak!!!!

“PADA HARI YANG DI WAKTU ITU ADA MUKA YANG PUTIH BERSERI, DAN ADA PULA MUKA YANG HITAM MURAM…..’”(QS. ALI’IMRAN:106)
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata “yakni pada hari kiamat, ketika menjadi putih wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah. dan menjadi hitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan perpecahan .

Ayyub as-Shiktiyani rahimahullaah, ia berkata,”Apabila aku dikabarkan tentang meninggalanya seorang ahlus sunnah seolah-olah hilang satu anggota tubuhku.”
Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata,”Aku wasiatkan kalian tetap berpegang kepada ahlus Sunnah dengan baik, karena mereka adalah al-ghurabaa’(orang asing). Alangkah sedikitnya Ahlus sunnah wal jama’ah.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulaah. Berkata dalam muqaddimah kitabnya, As-Sunnah,”inilah madzhab ahlul ‘ilmi, ash-haabul atsar dan Ahlus Sunnah, yang mereka dikenal sebagai pengikut Sunnah Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallaahu ‘anhum hingga pada masa sekarang ini…”

2]KARAKTERISTIK DAN KEISTIMEWAAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

.

1. Sumbernya otentik
2. Berpegang teguh kepada prinsip berserah diri kepada ALLAH dan kepada Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
3. Sejalan dengan fitrah yang suci dan akal sehat.
4. Mata rantai sanadnya sampai kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para Sahabatnya, para Tabi’in, serta para imam yang mendapatkan petunjuk.
5. Jelas dan gamblang
6. Bebas dari Kerancuan, kontradiksi, dan kesamaran.
7. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan faktor utama bagi kemenangan dan kebahagian abadi di dunia dan akhirat.
8. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ‘Aqidah yang dapat mempersatukan ummat
9. Tetap utuh, kokoh, dan langgeng sepanjang masa.
10. Allah menjamin orang yang menetapi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan kehidupan yang mulia.

Itulah beberapa point kenapa saya memilih manhaj Salaf. Sebenarnya note ini merupakan note2 sebelumnya yang berjudul “Mulia dengan Sunnah”. Pasti banyak orang yang bertanya-tanya seperti ini “loh kan kelompok-kelompok lain mengaku ahlus sunnah wal jamaah!!!apa bedanya sama ahlus sunnah lainnya??” yah anggapan tersebut sering ana jumpai, yang mengaku kelompok mereka merupakan ahlus sunnah wal jamaah, berkali-kali ana ingin bilang kalau orang bodoh dalam agama pasti mereka tidak bisa membedakan mana yang disebut ahlus sunnah wal jamaah mana yang bukan(hanya menyebut diri sebagai ahlus sunnah pada hakikatnya bukan sama sekali). Yah itu lah hidup dalam kebodohan sangat merugi, seperti yang sudah ana katakan di atas, dikiranya ini baik tahu-tahunya bukan, dikiranya ini sunnah tahu-tahunya bid’ah. Ilmu lah yang akan menjawab semua kebodohan, mustahil seseorang ingin mengetahui mana tauhid, mana syirik,mana sunnah,mana bid’ah tanpa mencari ilmunya. Cuma hanya menunggu dan menunggu, tidak akan bisa, ilmu itu wajib kita cari. Terkadang banyak juga masyarakat yang lebih senang terima blak-blakan omongan ust nya ”loh kan kata ust saya berkata seperti ini,pasti benar lah,wong namanya ust” ini juga salah kaprah dalam masyarakat, jangan menganggap ust itu sebagai orang yang terbebas dari kesalahan. Mana ada manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Gimana?masih mau menjadi orang bodoh?ana akan kasih beberapa contoh lainnya yang InsyaAllah bisa menjadi renungan untuk kita semua.

Banyak orang-orang yang sudah bergelar prof,doktor, dll tetapi tidak tahu Tauhid, tidak Tahu Sunnah, Tidak tahu syirik, Tidak Tahu bid’ah. Ini sama saja gelar mereka tidak ada apa-apanya, sama saja mereka dengan orang-orang awam, karena apa? Mempelajari ilmu dien(agama) itu wajib bagi setiap muslim dan tidak ada penghalangnya, sedangkan mempelajari ilmu dunia, seperti kedokteran, komputer, pertanian dll merupakan fardu kifayah yaitu gugur kewajibannya apabila yang lain sudah mengamalkannya atau mengerjakannya. Jadi jangan kita anggap karena seorang prof, DR dengan seenak-enaknya tidak belajar agama. Malah saya katakan, misal ada dua orang yang pertama dia tidak ahli ilmu kedunian, tetapi tahu hak-hak ALLAH sedangkan yang kedua merupakan orang terkenal dengan gelar PROFESORnya tetapi tidak tahu Tauhid, bagaimana wudhu dan shalat yang benar, saya akan katakan orang yang pintar adalah orang yang pertama meskipun tidak memiliki gelar apa pun. Jadi intinya kita jangan melihat orang dari jabatan Dunianya saja, tapi lihat agama seseorang.

“Ketauhilah ilmu Syar’I adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan oleh orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat” oleh al ilmam ibnu qayim.

Jadi orang yang dikatakan berilmu adalah orang-orang yang mengetahui hak-hak ALLAH. Timbul lah pertanyaan di dalam diri kita, sudahkah kita mengetahui hak-hak Allah?sudahkah kita mengamalkan apa yang diajarkan Rasulullah?.

Ketika masa-masa jahil dahulu sangat berat sekali langkah kaki ini untuk menuntut ilmu, mengeluarkan tenaga, pikiran bahkan untuk membeli kitab saja enggan Rasanya. Benarlah bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat. Apakah kita tidak ingin mendapatkan cahaya Allah?apakah kita tidak menginginkan perjumpaan dengan Allah kelak?. Ya pelajari ilmu yang shahih apa yang dibawakan oleh Rasulullah dan yang diajarkan oleh para Sahabat. Banyak ketika kita tanyakan kepada anak muda untuk menyuruhnya menuntut ilmu, dengan pasrah mereka mengatakan “ya saya seperti ini karena udah kebiasaan teman-teman,sulit rasanya bepisah” apa ini perkataan yang baik dan pantas yang keluar dari bibir kita?mana yang lebih engkau Takutkan adzhab Allah atau sekedar teman yang jahil(bodoh) dalam agama. Kalau saya bilang sebenarnya mereka sadar, tetapi mereka lebih takut untuk kehilangan teman daripada hidayah Allah. Beruntunglah orang-orang yang telah mendapatkan hidayah dan petunjuk Allah.

Duduk dengan orang-orang yang baik dan shalih yang dipercaya dalam keilmuan mereka atau amanat mereka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi tidak akan melukaimu, mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap”. [Hadits riwayat Bukhari]

Maka wajib bagimu wahai pemuda, untuk berteman dengan orang-orang yang sudah dikenal berakhlak baik dan menjauh dari akhlak yang jelek dan perbuatan yang hina, hingga engkau mengambil dari teman itu "madrasah" darinya engkau mendapatkan pertolongan untuk berakhlak baik.

Hendaknya seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak yang buruk, karena akhlak yang buruk dibenci, dan buruk akhlak itu dijauhi, dan buruk akhlak itu disifati dengan sifat yangjelek.

Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya.

Itulah alasannya ana meninggalkan teman-teman yang jauh dari agama, ana tidak ingin larut dalam kebodohan, hobinya hanya kumpul-kumpul, bermain musik, mendengarkan nyanyian. Benar-benar terasa mati hati ini ketika dibacakan firman Allah. Jadi apakah masih mau berteman dengan orang-orang yang jauh dari agama?silahkan dijawab sendiri!!!

sedikit point tambahan kenapa saya memilih manhaj salaf, terkadang saya mengamati kajian-kajian yang ada di TV koq Hijab(pembatas) antara ikhwan dan akhwatnya terbuka lebar, artinya si ikhwan dan akhwat dengan jelas bisa melihat atau berpandang-pandangan. Sedangkan terkadang ust nya sendiri suka bilang “jagalah hati jangan kau kotori” mungkin antum semua sudah tahu kata-kata tersebut, bagaimana mungkin kita bisa menjaga hati kalau mata ini saja masih bergerak bebas untuk melihat wanita yang jelas-jelas hijabnya tidak sempurna. Dan yang lebih saya sayangkan ust-ust nya ketika membawakan ceramah hampir tidak pernah membawa kitab, ceramah hanya dengan mik saja. Kalau yang dia ceramahkan ketika membawakan hadits dan periwayatannya salah bagaimana?.

Saya teringat cerita imam-imam terdahulu yang hafal ribuan hadits tetapai mereka para imam tetap membawakan kitab untuk diajarkan kepada murid-muridnya, karena kehati-hatiannya. masyaAllah sungguh ana takjub dan bangga bisa mengenal dakwah Salaf, karena setiap ana kajian yang dibahas pasti dengan membawakan kitab. Sehingga yang kami dapatkan adalah ilmu bukan omongan ust nya tetapi ilmu yang telah Rasulullah Ajarkan dan ust hanya sebagai perantara dalam menyampaikannya.wallahu a’lam(semoga mengerti maksud saya).

Dan berikutnya yang ana amati ada sebagian ust di TV yang bermain film komedi, apa gak aneh jadinya??!!! Mestinya sosok ust yang menjadi panutan masyarakat islam dalam memberikan materi dakwah, tapi ini malah menjadi pemain komedi, kita tahu bahwa komedi itu sendiri banyak dustanya.hmmmm kalau kita tidak pintar-pintar memilih ust akan menjadi bumerang buat diri kita sendiri. Saya ingin bertanya apakah sebagian kita sudah mengetahui bahwa alat-alat musik dan nyanyian dalam islam itu haram(dilarang)?pernahkah kita melihat sebagian ust yang berdakwah menggunakan musik sebagai sarana dakwah? Ya itulah fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat, apa ini yang disebut ust yang mengetahui sunnah Nabi?! Padahal jelas dalam islam musik itu haram, apa dalilnya ?
Sesungguhnya mendengarkan nyanyian atau lagu hukumnya haram dan merupakan perbuatan mungkar yang dapat menimbulkan penyakit, kekerasan hati dan dapat membuat kita lalai dari mengingat Allah serta lalai melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama menafsirkan kata lahwal hadits (ucapan yang tidak berguna) dalam firman Allah dengan nyanyian atau lagu.

“Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman:6]

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa yang dimaksud dengan kata lahwul hadits adalah nyanyian atau lagu. Jika lagu tersebut diiringi oleh musik rebab, kecapi, biola, serta gendang, maka kadar keharamannya semakin bertambah. Sebagian ulama bersepakat bahwa nyanyian yang diiringi oleh alat musik hukumnya adalah haram, maka wajib untuk dijauhi. Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau berpendapat.

“Artinya : Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr, dan alat musik” [Al-Bukhari].

Bagaimana mungkin dakwah dengan nyanyian, sungguh aneh dan bodoh, terasa sekali tidak ada ilmunya. Yang dikatakn ilmu adalah perkataan ALLAH, perkataan Rasulullah dan perkataan para sahabat itu baru ilmu, bukan dengan nyanyian, orang bisa saja mabuk sambil bernyanyi. Saya pernah diberitahu bahwa ada ust yang gencar mendakwahkan lewat dangdut(sebahagian dari kita sudah mengetahui), banyak sekali masyarakat yang kagum dan menggemari musiknya tetapi yang anehnya ada orang mabuk sambil joged dengan nyanyiannya. Lucu kan jadinya, mau berdakwah, tetapi tidak ada ilmunya, malah joged-joged. Y sudahlah emank lucu mau diapakan lagi, mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah dan petunjuk begitu pun dengan kita semoga senantiasa mendapatkan perlindungan oleh ALLAh.

Kalau ada UST yg menolak Dakwah Salaf, coba deh tanya ke UST nya langsung "Ust mau Surga gak?"psti jwabannya ya mau lah,"emank ust dijanjikan masuk Surga?"pasti jawabannya gak(Kalo ngaku ust nya dijanjiin masuk surga, lebih baik tinggalin majelisnya deh udah sesat tuh namanya!!!),"ust tau gak siapa yg pertama kali ditarbiyah oleh Rasulullah?",pasti jwabnnya para Sahabat donk,”ust tahu gak siapa orang yang pertama kali beriman setelah Rasulullah?"pasti jawabnya para sahabat adek yang manis,”ust tahu gak orang yang dijanjikan surga oleh Allah setelah Rasulullah?”jawabannya pasti para sahabat,”ust tahu orang yang berilmu setelah Rasulullah?”,jawabanya para sahabat naq,”ust tahu gak orang yang paling baik amalnya setelah Rasulullah?”,waduuh ya para sahabat dunk,” ust yang baik tahu gak siapa yang menemani Rasulullah dalam berjihad?”, waduh anak manis ya jawabannya para sahabat dunk, mereka kan gagah-gagah dan pemberani,”nah ust tahu gak kalau orang yang paling paham dengan ilmu yang dibawakan oleh Rasulullah?”,banyak nanya nih kaya quis aja, ya jawabannya para sahabat lah,”nah itu ust tahu,KENAPA UST MENOLAK DAKWAH SALAF?" bgung deh tu UST pastinya ,malah lbih pinter muridnya...kalau tuh ust masih ngeyel berarti ust nya sombong, merasa lebih pintar dari sahabat Rasulullah. Wallahu a’lam.

Rasanya saya cukupkan dahulu sampai sini, InsyaALLAH akan ada lanjutannya karena banyak sekali yang ingin dibahas. Oh ya apabila antum-antum semua punya pengalaman yang menarik dalam mengenal dakwah silahkan ya berbagi cerita dengan ana, ana akan sangat senang sekali. Jujur ana sangat bahagia bertemu dengan orang-orang yang telah mendapatkan hidayah Allah dan orang seperti itu telah banyak bercerita kepada ana, makanya ana berani untuk menulis note ini, yup udah malem nih, semoga semangat selalu y dan jangan bosan-bosan untuk menegur ana apabila ada kesalahan, ana akan terima dengan lapang dada. Oh ya untuk memperjelas mulia dengan manhaj salaf antum semua bisa baca kembali di note saya yang berjudul”mulia dengan sunnah” InsyaAllah pembahasannya jelas dan gamblang Barakallahu fyk. Wasalamu’alaykum….

Sumber :  http://alfanizzah.blogspot.com/2010/02/kenapa-saya-memilih-dakwah-salaf.html

Mengapa Saya Masuk Salafy

Berikut aku tampilkan postingan dari sahabat yang masuk salafi, alasannya apa, selamat menyimak.


 Mengapa Saya Masuk Salafy

tulisan ini saya tujukan untuk sesama muslim yang melihat salafy atau yang sebagaian orang menyebutnya wahabi dengan sebelah mata, karena belum tau isi dalam salafy sendiri. saya bisa memaklumi, mereka benci sebab belum pernah bersentuhan dengan salafy, mereka kenal hanya sebatas info dari orang lain yang kebetulan tidak suka dengan salaf, kemudian menelan mentah mentah info tersebut

setelah saya membaca banyaknya salah faham tenatang salafy di berbagai media internet, saya perlu sedikit menuliskan seputar perjalanan saya di salafy, sejak tahun 1998 silam. saya di lahirkan dalam 10 anggota keluarga, bapak saya tadinya NU, begitu juga ibu saya, tapi pindah ke muhammadiyah. sedangkan anak anaknya di berikan kebebasan penuh untuk memilih organisasi NU atau muhammadiyah. karena mayoritas teman teman saya NU,saya aktif dalam pergerakan NU. bapak ibu saya mendukung sepenuhnya, fasilitas, dana, selalu di maksimalkan untuk kegiatan saya meski bapak ibu saya muhammadiyah. maka tidak heran saya menjadi aktifis di NU. meski orang tua saya muhammadiyah, tapi kakak saya kyai NU, dan dalam satu rumah kami hidup dalam kebersamaan.

setelah saya masuk bangku sekolah SMP,saya ambil MTs muhammadiyah. disini saya belajar 2 organisasi sekaligus. di sekolahan saya aktifis muhammadiyah, di rumah saya ketua gerakan pemuda NU. saya sangat menikmati keduanya, malah menurutku semua itu menjadi begitu indah manakala bisa saya jalankan bersamaan.

setamat sekolah MTS muhammadiyah saya ambil sekolah madrasah aliyah. di sini saya kenal bermacam macam organisasi dan manhaj salafy, semua pergerakan ada. ada NU, muhammadiyah , LDII, jama'ah tabligh, tasawuf, manjah salafy dan masih banyak lagi.

karena saya suka berpetualang, saya masuk semua organisasi tanpa kecuali, dan saya suka semua kegiatan keagamaan,saat itu cuma 1 yang aku benci setengah mati, yaitu salafy. karena saat itu hanya salafy yang mengatakan :

"buat apa belajar ilmu kafir seperti ilmu biologi, matematika, fisika dan ilmu ilmu yang bikin pusing dan ngga bermanfaat. emang di alam kubur kita mau di tanya itu dan ada soal matematika apa?"

"emang nabi muhammad sekolah kaya kalian?, ini bid'ah!, nabi muhammad ngga sekolah juga bisa hidup kok!"

"tv, semua nyanyian, itu haram"

"sekolahan kita haram, soalnya putra putri jadi satu dalam 1 kelas"

dan masih banyak lagi. karena itulah mereka yang ikut salafy jadi kolot, bodoh, dan dianggap penyakit menular oleh guru, sebab sekolahnya jadi rusak, sebagaian malah keluar dan pindah ke pondok non formal. itulah aksi salaf yang dianggap merusak citra sekolah.

tapi di lain sisi sebagaian anak malah kebalikan dari itu. setelah ikut salafy malah jadi giat belajar, prestasi meningkat drastis, tidak mau hura hura,berhenti merokok, dan ahirnya rengking 10 besar di kuasai oleh orang orang salafy. orang yang ini beralasan berbakti kepada orang tua,karena ridlo orang tua adalah ridlo Alloh, dan kewajiban anak sekolah adalah menyelesaikan tugas sekolahnya dengan baik.

disini saya bisa melihat perbedaan yang sangat jauh. di lain sisi salafy di hukum di anggap virus sekolahan bahkan ada yang harus di keluarkan. tapi di lain sisi salafy menguasai 10 rengking di sekolahan, hingga dapat beasiswa kuliah gratis keluar negeri. saya kian tertarik dengan salafy yang cerdas, dan saya mulai dekat dengan mereka. setelah saya dekat, saya bisa mengerti mengapa mereka bisa menguasai pelajaran sekolahan dengan santai dan tenang

setelah saya menamatkan sekolah madrasah aliyah, saya masuk ke AKPER.disinilah saya harus berhadapan dengan salafy ekstim (oknum0. saya di bilang "kamu sekolah di akper hukumnya haram, disana kamu akan memegang pantat orang saat kamu harus menyuntik, bagaimana kalau pasien kamu cewe, itu dosa besar, belum putra putri campur, belum teori teori kafir,pokoknya haram".

saya tau pasti ada salafy yang akan mengatakan itu. setelah saya ketemu dengan ustadz, ustadz bilang "kuliah saja di akper, karena manfaatnya jauh lebih besar dari madorotnya, dengan kuliah di akper kamu bisa menolong banyak orang, percaya saja". kemudian saya temui ustadz salafy yang lain, ternyata mendukung juga, ahirnya saya puas dan masa bodo dengan mayoritas salafy kolot. dan ternyata di akper saya ketemu dengan teman teman salafy yang jenius, mereka ahli dan menguasai tatanan kelas atas akper. juga dosen salafi tersorot lebih sip dari yang biasa. saat praktek di RS, perawat salafy selalu menjadi idola mahasiswa, karena kebanyakan bisa dipercaya, dan benar benar bertanggung jawab terhadap tugasnya.

=============================================================================
saya aktif dalam pengajian salafy, sehingga saya heran dan tidak mengerti dengan ucapan ucapan orang yang bernada tidak suka, misalnya

salafy adalah radikal keras
memang saya sering temui orang salafy yang kolot, keras, kaku, dan tidak bisa bermasyarakat. tapi tidak semua, dan masih banyak kebaikan yang di miliki. tapi yang di soroti oleh orang yang tidak suka pasti hanya kekurangan saja, sehingga seolah olah sangat jelek dan tidak memiliki kelebihan lain. cobalah lebih bijak dalam bersikap, karena ia juga manusia biasa seperti kita. salafy tak pernah terlibat dalam teroris, demo hura hura, apalagi bom bali. bagaimana salafy di katakan radikal bebas???. penampilan banyak yang sama, seperti jubah, cadar, berjenggot. tapi pemahamannya jauh berbeda dengan para pengbom bom bali dan gereja,inilah yang membuat masyarakat tertipu karena penampilan sama. salafy tak akan pernah bertindak keras kecuali sekedar membela nama baik. apa ada sejarahnya salafy membunuh, bom bali, bom gereja, bom kepolisian, menggulingkan pemerintah???, kalau memang dia salafy pasti tidak akan berbuat yang demikian. karena apapun bentuknya pemberontakan terhadap pemerintah adalah haram

adapun simbol simbol salafy yang di katakan oleh media internet malah saya belum pernah tau. setauku salafy tidak pernah menggunakan simbol seperti segitiga piramida, mata, ular, bintang dan sebagainya. bahkan salafy tak punya simbol apapun. saya belajar bersama teman teman salafy sejak tahun 1998 sampai kini.

salafy berjuang demi persatuan islam

ketika NU dan muhammadiyah berseteru masalah kunut, salafy tampil sebagai penengah. tidak membela salah satunya, karena masing masing punya landasan dasar sendiri sendiri. sehingga banyak dari salafy ketika imam kunut ya ikut kunut, sebagaian lagi tidak ikut kunut.

selain itu ada lagi kasus ambon, perang sara diambon memaksa orang orang salafy berangkat kesana, salafy datang kesana untuk menolong muslim ambon dengan resiko meninggalkan anak istri, yang kemudian di searahkan sepenuhnya ke pemerintah. salafy lakukan ini hanya karena kecintaan mereka sesama muslim.

jangankan sesama islam, antar agama salafy juga bisa hidup rukun. penampilan tak masalah, tapi keharmonisan hidup harus selalu di jaga bersama.

yang saya herankan lagi, kok ada yang mengatakan seolah olah salafy tidak memiliki hati nurani. setiap ada info sebaiknya jangan kita telan mentah mentah, tapi lihat dulu sumber asalnya dan siapa penulisnya. bersikap bijak terhadap info sangat di perlukan sebelum berucap dan bertindak supaya tidak menjerumuskan orang lain


Sumber :  http://gombong54321.blogspot.com/2012/04/mengapa-saya-masuk-salafy.html

MENGAPA SAYA MEMILIH MANHAJ SALAF

Berikut kami pilihkan penjelasan Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd, mengenai keunggulan manhaj salaf

MENGAPA SAYA MEMILIH MANHAJ SALAF
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Ummat Islam di zaman sekarang dihadapkan pada terjadinya perpecahan dan perselisihan yang berakibat pada munculnya berbagai jenis aliran yang semuanya mengaku berada diatas kebenaran, namun pada hakekatnya mereka telah terjerembab di dalam jurang kesesatan dan ketertipuannya diri mereka atas hawa-hawa nafsu serta keberpalingan mereka dari tuntunan Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم yang shohiih.
Aliran-aliran yang menyimpang tersebut menyebabkan kebanyakan orang awam menjadi bingung dan bimbang dalam menuntut ‘ilmu dien. Siapa yang harus diikuti? Siapa yang pantas menjadi panutan?
Namun, Alhamdulillah, akan senantiasa ada kebaikan pada ummat Islam. Karena diantara ummat tersebut akan selalu ada segolongan orang yang senantiasa berpegang teguh pada petunjuk dan kebenaran (yakni Al Qur’an dan As Sunnah diatas pemahaman As Salafus Shoolih) sampai dengan hari Kiamat. Hal ini telah dikhobarkan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam sabdanya melalui Mu’awiyah رضي الله عنه sebagai berikut:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ
Artinya:
“Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang tegak diatas kebenaran,tidak akan membahayakan mereka siapapun yang menghina dan menyelisihi mereka sehingga datang hari Kiamat sedang mereka tetap berada dalam kemenangan terhadap manusia.” (Hadits Shohiih Riwayat Imaam Muslim no: 5064)
Dengan demikian maka wajib bagi kita untuk mengikuti golongan yang mendapatkan barokah ini, yang selalu konsisten diatas dienul Islam yang benar sebagaimana yang dibawakan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan yang telah dipraktekkan oleh generasi Shohabat, Taabi’iin dan Taabi’ut Taabi’iin serta orang-orang yang mengikuti kebaikan mereka hingga hari Kiamat – semoga Allooh سبحانه وتعالى menjadikan kita termasuk golongan ini.
Melanjutkan bahasan kita yang lalu, maka kali ini kita akan membahas suatu tema yang berjudul “Mengapa saya memilih manhaj Salaf”. Telah kita ketahui bahwa Salaf itu adalah Ahlus Sunnah, karena Salaf itu adalah Ash Shohabat.
Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang taabi’iin bernama Al Imaam Al Auzaa’i رحمه الله, “Ilmu itu adalah sesuatu yang disampaikan melalui para shohabat, jika tidak berasal dari mereka maka itu bukanlah ‘ilmu.” Dengan demikian berikut ini akan dijabarkan lebih lanjut tentang 15 poin yang mengokohkan alasan mengapa kita hendaknya memilih manhaj Salaf tersebut, yakni :
1)   Karena Allooh سبحانه وتعالى ridho pada para Shohabat
Perhatikanlah Firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS At Taubah (9) ayat 100 :
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa “As Saabiquunal awwaluun” adalah generasi yang pertama-tama masuk Islam, yakni Shohabat dari kalangan Muhajirin dan Anshor.
Muhajirin, bermakna “Orang-orang yang Berpindah”, yang dimaksud adalah Shohabat yang hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Sementara Anshor, bermakna “Orang-orang yang Menolong”, yang dimaksud adalah Shohabat yang berasal dari Madinah, yang menolong kaum Muhajirin.
Sebagian kalangan di masyarakat kita, mereka justru mengkultuskan kyai / ajeungan / ustadz / tokoh-tokoh mutaakhiriin yang sesungguhnya tidak ada jaminan keridhoan Allooh سبحانه وتعالى atasnya. Apabila disuguhkan dalil yang shohiih untuk meluruskan ke-Bid’ah-an mereka, maka mereka membantah dengan sikap taqlid yang ujung-ujungnya berakhir dengan kata-kata: “Pokoknya kata kyai-ku begitu…”, seakan-akan kyai-nya mendapat jaminan keridhoan Allooh سبحانه وتعالى.
Wahai kaum muslimin, apabila hendak mencari panutan, maka ikutilah orang-orang yang telah Allooh سبحانه وتعالى ridhoi, mengapa mesti taqlid terhadap kyai / ajeungan / ustadz / tokoh-tokoh mutaakhiriin yang tidak ada jaminan keridhoan Allooh سبحانه وتعالى atasnya?
2)   Para Shohabat yang Shoolih itu telah dijamin masuk Surga oleh Allooh سبحانه وتعالى
Ada shohabat yang diabsen atau disebutkan namanya satu per satu secara jelas oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bahwa mereka telah dijamin masuk Surga oleh Allooh سبحانه وتعالى.
Dari ‘Abdurrohman bin ‘Auf  رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ فِي الْجَنَّةِ وَسَعِيدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ فِي الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي الْجَنَّةِ
Artinya:
“Abu Bakar didalam surga, ‘Umar didalam surga, ‘Ali didalam surga, ‘Utsmaan didalam surga, Tholhah didalam surga, Az Zubair didalam surga, ‘Abdurrohman bin ‘Auf didalam surga, Sa’ad bin Abi Waqqosh didalam surga, Sa’iid bin Zaiid bin ‘Amr bin Nufaiil didalam surga, dan Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrooh didalam surga.” (Hadiits Riwayat Imaam Ahmad رحمه الله no: 1675, menurut Syaikh Syuaib Al Arna’uuth sanadnya kuat sesuai dengan syarat Imaam Muslim)
Bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda melalui ‘Abdullooh bin Abbas رضي الله عنه,
أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد و فاطمة بنت محمد و مريم بنت عمران و آسية بنت مزاحم امرأة فرعون
Artinya:
“Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khodiijah bintu Khuwailid, Faathimah bintu Muhammad, Maryam bintu ‘Imroon, dan ‘Aasiyah bintu Muzaahim istri Fir’aun.” (Hadits Riwayat Imaam Ibnu Hibban رحمه الله no: 7010, menurut Syaikh Syuaib Al Arna’uuth sanadnya shohiih)
Dan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda melalui Abu Hurairoh رضي الله عنه, sebagaimana diriwayatkan oleh Imaam Al Bukhoory رحمه الله no:  6542 dan Imaam Muslim رحمه الله no: 542 :
يَدْخُلُ مِنْ أُمَّتِى الْجَنَّةَ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ ». فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِى مِنْهُمْ. قَالَ « اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ ». ثُمَّ قَامَ آخَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِى مِنْهُمْ. قَالَ « سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ
Artinya:
“Akan masuk kedalam surga dari ummatku 70.000 orang tanpa hisab”.
Lalu seseorang bertanya, “Wahai Rosuulullooh, berdoalah pada Allooh agar Allooh menjadikan aku bagian dari mereka.”
Jawab Rosuulصلى الله عليه وسلم, “Ya Allooh, jadikanlah dia bagian dari mereka.”
Lalu yang lain berkata pula, “Ya Rosuulullooh, bermohonlah agar Allooh menjadikan aku bagian dari mereka.”
Rosuulصلى الله عليه وسلمmenjawab, “Kamu sudah didahului ‘Ukkaasyah.”
Juga Hadits Shohiih yang diriwayatkan oleh Imaam Ahmad رحمه الله no: 27042 yang dishohiihkan oleh Syaikh Syuaib Al Arna’uuth, dari shohabat Jaabir رضي الله عنه dari Ummu Mubasyiir رضي الله عنها (istri Zaid bin Tsaabit رضي الله عنه, salah seorang shohabat penulis Al Qur’an), beliau berkata, “Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم suatu hari berada di rumah Hafshoh (– istri Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, anak dari ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه –), lalu beliau صلى الله عليه وسلم bersabda,
لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ شَهِدَ بَدْرًا وَالْحُدَيْبِيَةَ قَالَتْ حَفْصَةُ أَلَيْسَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ { وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا } ] مريم: 71[قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَهْ { ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا } (مريم: 72
Artinya:
‘Orang yang ikut perang Badar dan Bayatul Ridwaan tidak seorangpun akan masuk neraka’.”
Lalu Hafshoh رضي الله عنها berkata, “Bukankah Allooh سبحانه وتعالى berfirman, ‘Tidaklah diantara kalian kecuali akan memasukinya’. (QS. Maryam ayat 71)
Kemudian Hafshoh رضي الله عنها berkata, “Rosuul صلى الله عليه وسلمbersabda, ‘Allooh berfirman, “Kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa.” (QS Maryam ayat 72).”
Adakah diantara kyai / ajeungan / ustadz / tokoh-tokoh mutaakhiriin di zaman sekarang yang mendapat jaminan masuk surga dari Allooh سبحانه وتعالى, sebagaimana para shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمmendapatkannya? Mengapa perkataan kyai / ajeungan / ustadz / tokoh-tokoh mutaakhiriin yang tidak ada jaminan Surga-nya itu lebih ditakuti, dijadikan “harga mati” dan lebih diutamakan daripada perkataan orang-orang shoolih terdahulu yang telah jelas jaminan Surganya?
3)   Karena para Shohabat itu telah terbukti berjuang menegakkan Islam dan menerapkan Islam pada diri mereka
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. As Sajdah (32) ayat 24 sebagai berikut:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
Artinya:
“Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”
Yang dimaksud dalam ayat ini adalah para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Allooh سبحانه وتعالى menjadikan para Shohabat sebagai pemimpin, karena mereka disifati sebagai orang-orang yang berpegang teguh pada syari’at Allooh سبحانه وتعالى, sabar dan sangat yakin terhadap ayat-ayat Allooh سبحانه وتعالى. Para Shohabat itu sangat istiqomah, hidup mereka dipenuhi dengan perjuangan melawan orang-orang musyrik, orang-orang kaafir, orang Parsia maupun orang Romawi sehingga Islam pada masa itu berkembang luas dan berjaya karena perjuangan mereka yang luar biasa.
4)   Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah Pelopor / Penegak dalam memelihara kemurnian Islam
Dalam Hadits Shohiih Riwayat Imaam Muslim رحمه الله no: 6629, dari shohabat Abu Burdah, dari ayahnya, beliau رضي الله عنهما berkata, “Kami sholat maghrib bersama Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, lalu kami duduk menunggu sampai datangnya waktu Isya.”
Maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bertanya, “Kalian masih disini?”
Para shohabat pun menjawab, “Benar ya Rosuul, kami menunggumu untuk sholat Isya bersamamu.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمpun berkata, “Kalian telah berbuat sesuatu yang baik.”
Lalu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمmelihat kearah langit dan berkata,
النُّجُومُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ فَإِذَا ذَهَبَتِ النُّجُومُ أَتَى السَّمَاءَ مَا تُوعَدُ وَأَنَا أَمَنَةٌ لأَصْحَابِى فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِى مَا يُوعَدُونَ وَأَصْحَابِى أَمَنَةٌ لأُمَّتِى فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِى أَتَى أُمَّتِى مَا يُوعَدُونَ
Artinya:
“Bintang itu adalah penjaga langit. Bintang pergi maka langit pun akan hancur. Aku adalah pengaman terhadap para Shohabatku, jika aku pergi maka para Shohabatku akan mengalami apa yang dijanjikan pada mereka (– maksudnya: fitnah – pen.). Dan para Shohabatku adalah penjaga Ummatku. Jika para Shohabat pergi maka Ummatku akan mengalami apa yang dijanjikan pada mereka (– maksudnya: fitnah – pen.).”
Jadi jika mencari panutan, maka ikutilah para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang telah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sendiri katakan sebagai “Penjaga Ummat Islam”.
Berdasarkan firman Allooh سبحانه وتعالى didalam Al Qur’an, maka Bintang itu memiliki 3 fungsi yakni:
a) Sebagai Pelempar Syaithoon
Perhatikan QS. Ash Shoffaat (37) ayat 6 – 10 sebagai berikut:
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾ وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ ﴿٧﴾ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾ دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩﴾ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠
Artinya:
(6) “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,
(7) dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaithoon yang sangat durhaka,
(8) syaithoon-syaithoon itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
(9) Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
(10) akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.”
b) Sebagai Perhiasan
Perhatikan QS. Al Mulk (67) ayat 5 sebagai berikut:
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaithoon, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”
c) Sebagai Petunjuk
Perhatikan QS. Al An’aam (6) ayat 97 sebagai berikut:
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Artinya:
“Dan Dia lah (Allooh) yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mengumpamakan para Shohabatnya laksana Bintang-Bintang di langit, sehingga bila kita mengikuti mereka (para Shohabat) رضي الله عنهم maka insya Allooh kita bisa menepis tipu daya syaithoon yang terkutuk, menjadikan Islam tampak keindahan ajarannya (laksana perhiasan) yang memancar dengan jelas di muka bumi, juga mendapatkan petunjuk diantara gelapnya kesesatan, ke-Bid’ah-an dan maraknya penyimpangan yang ada.
5)   Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah sebaik-baik Ummat Islam
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 110 sebagai berikut:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allooh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Gelar “Ummat Terbaik” itu Allooh سبحانه وتعالى berikan kepada para Shohabat Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم, karena teguhnya mereka dalam ber-amar ma’ruf nahi munkar dan keimanan mereka yang sangat dalam dan besar kepada Allooh سبحانه وتعالى.
Dan juga suatu Hadits yang telah kita bahas dalam beberapa kajian yang lalu yakni Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 2652 dan Imaam Muslim no: 6635, dari shohabat ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah (orang yang hidup) pada masaku ini (– yaitu generasi shohabat –), kemudian yang sesudahnya (– generasi Tabi’in –), kemudian yang sesudahnya (– generasi Tabi’ut Tabi’in –).”
6)   Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah Generasi Pilihan
Shohabat ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه berkata,
إنَّاللهَنَظَرَإلىقلوبِالعبادِ؛فوجدَقلبَمحمدٍ خيرَقُلوبِالعبادِفاصطفاهلنفسِه،فابتعثَهبرسالتِه،ثمَّنَظرَفيقُلوبِالعبادِبعدَقلبِمحمدٍ،فوجدَقلوبَأصحابِهخيرَقُلوبِالعبادِفجعلَهموزراءَنبيِّه،يُقاتلونَعلىدينِه
Artinya:
“Sesungguhnya Allooh melihat pada hati manusia, maka hati Muhammad lah sebaik-baik hati, sehingga Allooh memilih untuk diri-Nya dan mengangkatnya dengan kerosuulan. Lalu Allooh melihat pada hati manusia setelah hati Muhammad, maka hati para Shohabat Muhammad itulah sebaik-baik hati, sehingga Allooh pun menjadikan mereka sebagai para mentri Nabi-Nya. Para Shohabat itu berperang membela dirinya…..” (Musnad Ahmad)
Berarti para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah generasi pilihan / ideal yang Allooh سبحانه وتعالى  tempatkan untuk menjadi pendamping Rosuul-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam menampakkan kebenaran, keindahan dan kelurusan dienul Islam di muka bumi ini. Berbeda halnya dengan kita yang sangat jauh dari kualitas imaan mereka para Shohabat, maka dari itu merekalah yang lebih pasti keberhakannya untuk diikuti.
7)   Karena persaksian Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu diterima oleh Allooh سبحانه وتعالى
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 143 :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً
Artinya:
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosuul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…”
Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah Ummat yang mempunyai sikap pertengahan (wasathiyyah) diantara ifrooth (melampaui batas) dan tafriith (menyia-nyiakan); dan pertengahan diantara berlebih-lebihan dan sewenang-wenang, baik dalam masalah ‘aqidah, hukum ataupun akhlaq. Allooh سبحانه وتعالى jadikan mereka sebagai saksi bagi perbuatan manusia, karena mereka memiliki sifat yang adil.
8)   Karena Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menyuruh kita agar mengikuti para Shohabatnya رضي الله عنهم
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Luqman (31) ayat 15 sebagai berikut:
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya:
“… dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Yang dimaksud dengan “Jalannya orang-orang yang kembali pada Allooh سبحانه وتعالى” itu adalah Jalannya para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
Juga Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam Dhiyaa’ Al Maqdiisy رحمه الله dalam kitab “Al Mukhtaroh” no: 2733, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
تفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلهم في النار إلا واحدة قالوا وما هي تلك الفرقة قال ما أنا عليه اليوم وأصحابي
Artinya:
“Ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan. Setiap mereka (semua golongan) ituakan masuk neraka kecuali satu,” Kemudian mereka para Shohabat bertanya, “Apa itu ya Rosuulullooh? Dan kelompok apakah itu?” Lalu Rosuul صلى الله عليه وسلم menjawab, “ Yakni apa-apa yang aku dan shohabatku diatasnya hari ini.”
9)   Karena Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah orang yang paling selamat
Para Shohabat adalah orang yang paling dekat dengan sumber ‘ilmu yang murni yakni Muhammad Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan mereka adalah generasi awal hasil didikan langsung dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
Perhatikanlah Hadits Shohiih Riwayat Imaam Al Bukhoory رحمه الله no: 3606 dari Hudzaifah Ibnul Yamaan رضي الله عنه berikut ini :
عن حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
Artinya:
Dari Hudzaifah bin Al Yamaan رضي الله عنه berkata, “ Orang-orang bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.“
Maka aku katakan, “Wahai Rosuulullooh, sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliyahan (kebodohan) dan kejahatan, lalu Allooh datangkan pada kami kebaikan (–Islam –pent) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya.”
Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Tetapi di dalamnya terdapat noda.”
Aku bertanya lagi, “Noda apakah itu?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. Maka barangsiapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan mencampakkannya pada jahannam itu.”
Aku bertanya lagi, “Wahai Rosuulullooh, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.”
Lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.”
Aku bertanya, “Apa yang kau perintahkan padaku, jika hal itu menimpaku?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Berpegang teguhlah dengan jama’ah muslimin, dan Imaam mereka (– kelompok yang berpegang teguh dengan Al Haq – pent).”
Aku bertanya, “Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya Imaam?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.”
Dari Hadits diatas jelaslah diberitakan bahwa generasi awal (para Shohabat) itu adalah generasi yang paling murni ilmu dien-nya, dan generasi-generasi berikutnya adalah lebih keruh bila dibandingkan dari generasi awalnya. Oleh karena itu bila hendak mengambil ilmu dien, maka ambillah dari sumbernya yang murni, karena itulah yang paling selamat. Dan hendaknya kaum muslimin memperhatikan bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah mensinyalir akan adanya para da’i-da’i penyeru di pintu api neraka jahannam pada generasi-generasi sesudahnya. Maka hendaknya kaum muslimin berhati-hati, dari siapa ia mengambil ilmu diennya !
10)    Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah orang yang paling ‘aalim
Perhatikanlah atsar dari ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه, dimana beliau berkata:
“Barangsiapa yang ingin mencontoh, maka contohlah para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, kerena mereka itu hatinya paling baik, ilmunya paling dalam. Tidak membebani diri (– dengan apa-apa yang Bid’ah –). Petunjuknya paling lurus. Keadaan diennya paling baik. Dan Shohabat itu adalah suatu kaum yang Allooh سبحانه وتعالى pilih untuk mendampingi Rosuulullooh untuk menegakkan dien-Nya. Maka ketahuilah keutamaan mereka. Dan ikutilah peninggalan-peninggalan mereka sebab mereka diatas petunjuk yang lurus.” (dinukil dari kitab Imaam Al Laalika’i  رحمه الله yang berjudul “Syarah Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah Wal Jamaa’ah”)
Banyak para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمyang merupakan perintis madrosah ke-ilmuan di berbagai daerah, mereka antara lain adalah ‘Abdullooh bin Abbas رضي الله عنه yang terkenal sebagai ahli ilmu Tafsiir di Mekkah, ‘Abdullooh bin Mas’uud  رضي الله عنه yang merupakan perintis madrosah keilmuan di Kuffah, ‘Abdullooh bin ‘Umar رضي الله عنه yang merupakan perintis madrosah keilmuan di Madinah, ‘Abdullooh bin Amr bin Al Ash رضي الله عنه yang merupakan perintis madrosah keilmuan di Mesir, dan lain sebagainya.
11)    Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah orang yang paling bijaksana
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. An Nahl (16) ayat 125 :
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Robb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Allooh سبحانه وتعالى menyuruh kaum muslimin berdakwah dengan cara yang hikmah (nasehat) yang baik. Bagaimana seseorang menyeru manusia dengan hikmah apabila dirinya sendiri tidak memiliki hikmah?
Perhatikanlah kebijaksanaan yang tercermin dari perkataan ‘Umar bin ‘Abdul Aziiz  رضي الله عنه, yang oleh Al Imaam Asy Syaafi’iy disebut sebagai Khaliifah ke-5, dimana suatu hari beliau bertemu dengan Sulaiman bin ‘Abdul Maalik
Kata Sulaiman bin ‘Abdul Maalik : “Wahai ‘Umar, apa yang mengagumkanmu?”
Jawab ‘Umar bin ‘Abdul Aziiz رضي الله عنه : “Aku merasa heran pada orang yang mengenal Allooh سبحانه وتعالى, namun dia berma’shiyat pada Allooh سبحانه وتعالى. Dan aku heran pada orang yang tahu tentang Syaithoon, namun ia mentaatinya. Dan aku pun heran pada orang yang tahu tentang dunia, namun ia justru cenderung padanya.”
Dalam Hadiits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 2323 dan Imaam Ibnu Maajah no: 4108, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
ما الدنيا إلا مثل ما يجعل أحدكم إصبعه في اليم فلينظر بماذا يرجع
Artinya:
“Bahwa dunia itu tidaklah kecuali laksana telunjuk yang dicelup kedalam lautan yang luas, maka perhatikanlah apa yang tersisa.”
Perhatikanlah pula hikmah yang terselip dalam nasihat Imaam Al Laits bin Sa’ad Al Fahmy رضي الله عنه, seorang taabi’iin, beliau berkata : “Jika kalian melihat orang berjalan diatas air maka janganlah kalian tertipu, sampai kalian mengadukan perkara itu kepada Al Qur’an dan As Sunnah.”
Maksud dari nasihat Imaam Al Laits bin Sa’ad Al Fahmy رضي الله عنه tersebut adalah janganlah mudah tertipu dengan seseorang yang tampaknya hebat karena bisa berjalan di atas air (sebagaimana yang bisa dilakukan oleh para penyulap dan penyihir), namun hendaknya kembalikanlah perkara tersebut pada Al Qur’an dan As Sunnah tentang hukum sulap maupun sihir. Bagaimana tinjauan hukum Sulap maupun Sihir tersebut secara Syari’at Islam? Bisa jadi apa yang tampak hebat dalam pandangan manusia, namun itu justru merupakan perkara yang Harom yang dapat menjatuhkan manusia ke jurang kesyirikan dan mendatangkan murka Allooh سبحانه وتعالى.
12)    Yang mengikuti Salaf itu dipuji oleh Allooh سبحانه وتعالى dan yang tidak mengikutinya dicela oleh Allooh سبحانه وتعالى
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Az Zumar (39) ayat 17-18 :
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ ﴿١٧﴾ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ ﴿١٨
Artinya:
(17) “Dan orang-orang yang menjauhi thoghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allooh, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,”
(18) “yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allooh petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”
13)    Allooh سبحانه وتعالى mengancam orang yang menyelisihi Para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالىdalam QS. An Nisaa’ (4) ayat 115 :
وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيراً
Artinya:
“Dan barangsiapa yang menentang Rosuul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”
Dalam riwayat tersebut, yang dimaksud sebagai “jalannya orang-orang mu’min” (sabiilul mu’miniin) pada masa itu adalah jalan yang ditempuh para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
Juga firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Anfaal (8) ayat 13 :
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَمَن يُشَاقِقِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
“ (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allooh dan Rosuul-Nya; dan barangsiapa menentang Allooh dan Rosuul-Nya, maka sesungguhnya Allooh amat keras siksaan-Nya.”
14)    Wajib mencintai para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan dicela orang yang membenci Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
Dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 3673 dan Imaam Muslim no: 6651, dari Shohabat Abu Saa’id Al Khudry رضي الله عنه bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
Artinya:
“Janganlah kalian mencaci maki Shohabatku, sebab seandainya salah seorang dari kalian berinfaq sebesar gunung Uhud emas, tidak akan sampai pada 1 mud (raupan keduatangannya) diantara kalian bahkan tidak setengahnya sekalipun.”
Juga dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 17, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ
Artinya:
“Tanda keimanan itu adalah mencintai Al Anshor dan tanda orang munaafiq adalah membenci Al Anshor.”
15)    Mengikuti para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu adalah kunci kejayaan Islam
Imaam Maalik bin Anas رضي الله عنه berkata, “Akhir ummat ini tidak akan berjaya atau tidak akan baik, kecuali dengan perkara yang menyebabkan generasi awalnya baik.”
Juga perkataan Imaam Al Auzaa’i  رضي الله عنه :
“Sabarkanlah dirimu diatas Sunnah. Berhentilah (menyikapi sesuatu), jika para Shohabat berhenti. Katakan apa yang mereka (para Shohabat) katakan. Dan berhentilah (dalam membahas sesuatu), apabila para Shohabat tidak membahasnya. Dan titilah jalan As Salafus Shoolih. Sesungguhnya kelapangan (kejayaan) akan kamu alami seperti mereka.”
Demikianlah 15 alasan mengapa kita hendaknya memilih manhaj Salaf. Dan sebagai penutup adalah wasiat dan untain kata-kata hikmah yang datang dari para Imaam Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah :
a)      Hudzaifah bin Al Yamaan رضي الله عنه,  salah seorang Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمberkata:
“Setiap ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sebagai ibadah, maka janganlah kalian lakukan ! Karena generasi pertama itu tidak memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk berpendapat (dalam perkara dien). Bertaqwalah kepada Allooh سبحانه وتعالى wahai para qurro’ (ahlul qiro’ah) dan ambillah jalan orang-orang sebelum kalian !” (dinukil dari kitab Imaam Ibnu Baththah رحمه الله yang berjudul “Al Ibaanah”)
b)      ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه, salah seorang Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berkata :
“Barangsiapa mengikuti jejak (seseorang), maka ikutilah jejak orang-orang yang telah wafat, mereka adalah para shohabat Muhammad صلى الله عليه وسلم. Mereka adalah sebaik-baik ummat ini, paling baik hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit berpura-pura. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Alloohسبحانه وتعالىuntuk menjadi Shohabat Nabi-Nyaصلى الله عليه وسلمdan menyebarkan dien-nya; maka berusahalah untuk meniru akhlaq dan cara mereka. Karena mereka telah berjalan diatas petunjuk yang lurus.” (dinukil dari kitab Imaam Al Baghowy رحمه الله yang berjudul “Syarhus Sunnah”)
c)      Khaliifah yang adil ‘Umar bin ‘Abdul Aziiz رضي الله عنه, salah seorang Taabi’iin berkata :
“Berhentilah kamu dimana para Shohabat berhenti (– dalam memahami nash –), karena mereka berhenti berdasarkan ilmu dan dengan penglihatan yang tajam, mereka menahan (diri). Mereka lebih mampu untuk menyingkapnya dan lebih patut dengan keutamaan. Seandainya hal tersebut ada didalamnya. Jika kalian katakan: ‘Terjadi (suatu Bid’ah) setelah mereka’. Maka tidaklah diada-adakan kecuali oleh orang yang menyelisihi petunjuknya dan membenci Sunnah. Sungguh mereka telah menyebutkan dalam petunjuk itu apa yang melegakan (dada) dan mereka sudah membicarakannya dengan cukup. Dan apa yang dibawahnya, adalah orang yang meremehkan. Sungguh ada suatu kaum yang meremehkan mereka, lalu mereka menjadi kasar. Dan ada pula yang melebihi batas mereka, maka mereka menjadi berlebih-lebihan. Sungguh para Shohabat itu, diantara kedua jalan tersebut (– pertengahan sikap meremehkan dan berlebih-lebihan –), dan tentulah diatas petunjuk yang lurus.” (dinukil dari kitab Imaam Ibnu Qudamah رحمه الله yang berjudul “Lum’atul I’tiqodil Hadi Ilas Sabiilir Rosyaad”)
d)     Imaam Al Auzaa’i رحمه الله, salah seorang Taabi’iin berkata :
“Hendaklah engkau berpegang dengan atsar para pendahulu ummat (Salaf), meskipun orang-orang menolakmu dan jauhkanlah dirimu dari pendapat para tokoh meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataan yang indah. Sesungguhnya hal itu akan jelas, sedangkan engkau berada diatas jalan yang lurus.” (dinukil dari kitab Imaam Al Khatib رحمه الله yang berjudul “Saraf Ashhaabul Hadiits”)
e)      Rabi’ bin Sulaiman berkata: “Imaam Asy-Syaafi’i رحمه الله pada suatu hari meriwayatkan hadits, lalu seseorang berkata kepada beliau رحمه الله: ‘Apakah engkau mengambil hadits ini wahai Abu ‘Abdillaah?’
Beliau رحمه الله pun menjawab, “Bilamana aku meriwayatkan suatu hadits yang shohiih dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم lalu aku tidak mengambilnya, maka aku bersaksi dihadapan kalian bahwa akalku telah hilang.” (dinukil dari kitab Imaam Ibnu Baththah رحمه الله yang berjudul “Al Ibaanah”)
f)       Perkataan Imaam Asy-Syaafi’i رحمه الله tentang Ahlus Sunnah,
“Jika aku melihat seseorang dari ashhaabul hadiits (ahli hadiits), maka seakan-akan aku melihat seseorang dari Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.” (dinukil dari kitab Imaam Al Khatib رحمه الله yang berjudul “Saraf Ashhaabul Hadiits”)
g)      Al Fudhail bin ‘Iyaadh  رحمه الله berkata:
“Sesungguhnya Allooh mempunyai hamba-hamba yang dengan mereka Dia menghidupkan negeri, mereka adalah Ashhaabus Sunnah.” (dinukil dari kitab Imaam Al Laalika’i  رحمه الله yang berjudul “Syarah Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah Wal Jamaa’ah”)
h)      ‘Abdullooh bin ‘Umar رضي الله عنه, salah seorang Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berkata :
“Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (dinukil dari kitab Imaam Al Laalika’i  رحمه الله yang berjudul “Syarah Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah Wal Jamaa’ah”)
i)        Sufyan Ats Tsauri رحمه الله berkata:
“Perbuatan Bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kema’shiyatan dan pelaku kema’shiyatan masih mungkin dia untuk bertaubat dari kema’shiyatannya; sedangkan pelaku Bid’ah sulit untuk bertaubat dari Bid’ahnya.” (dinukil dari kitab Imaam Al Laalika’i  رحمه الله yang berjudul “Syarah Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah Wal Jamaa’ah”)
j)        Dari Nuh al-Jaami’ berkata, “Aku bertanya kepada Abu Haniifah رحمه الله : “Apakah yang engkau katakan terhadap perkataan yang dibuat-buat oleh orang-orang seperti A’radh dan Ajsam?” Beliau رحمه الله menjawab,”Itu adalah perkataan orang-orang Ahli Filsafat. Berpegangteguhlah pada atsar dan jalan orang Salaf. Dan waspadalah terhadap segala sesuatu yang diada-adakan, karena hal tersebut adalah Bid’ah!” (dinukil dari kitab Imaam Al Khatib رحمه الله yang berjudul “Al Faqih wal Mutafaqqih”)
k)      Imaam Maalik bin Anas رحمه الله, guru dari Imaam Asy-Syaafi’i رحمه الله berkata, “Seandainya ilmu Kalam itu merupakan ilmu, niscaya para Shohabat dan Taabi’iin berbicara tentang hal itu sebagaimana mereka berbicara tentang hukum dan Syari’at; akan tetapi ilmu Kalam itu baathil yang menunjukkan kepada kebaathilan.” (dinukil dari kitab Imaam Al Baghowy رحمه الله yang berjudul “Syarhus Sunnah”)
l)        Dari Ibnu Majisyuun, dia berkata, “Aku mendengar Imaam Maalik رحمه الله berkata, ‘Barangsiapa berbuat suatu Bid’ah dalam Islam lalu ia menganggapnya sebagai suatu kebaikan, berarti ia telah menyangka bahwa Muhammadصلى الله عليه وسلم telah berkhianat terhadap risaalah. Karena Allooh سبحانه وتعالى telah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu dien-mu…” Maka apa-apa yang saat itu tidak merupakan dien, maka pada saat ini juga tidak merupakan dien.” (dinukil dari kitab Imaam Asy-Syaathiby رحمه الله yang berjudul “Al I’tishoom”)
m)    Imaam Ahmad bin Hanbal رحمه الله, Imaam Ahlus Sunnah berkata, “Pokok sunnah menurut kami (Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah) adalah: Berpegang teguh pada apa yang dilakukan oleh para Shohabat Rosuululloohصلى الله عليه وسلمdan mengikuti mereka serta meninggalkan Bid’ah. Segala Bid’ah itu adalah sesat.” (dinukil dari kitab Imaam Al Laalika’i  رحمه الله yang berjudul “Syarah Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah Wal Jamaa’ah”)
n)      ‘Abdullooh bin Mubaarok  رحمه الله , salah seorang Taabi’iin berkata:
“Ketahuilah – wahai Saudaraku – bahwa kematian seorang Muslim untuk bertemu dengan Allooh diatas sunnah pada hari ini merupakan suatu kehormatan, lalu (kita ucapkan): ‘Innaa Lillaahi Wa innaa Ilaihi Rojiuun’ (Sesungguhnya kita adalah milik Allooh dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya). Maka kepada Allooh-lah kita mengadu atas kesepian diri kita, kepergian saudara, sedikitnya penolong dan munculnya Bid’ah. Dan kepada Allooh pulalah kita mengadu atas beratnya cobaan yang menimpa ummat ini berupa kepergian para ‘Ulama dan Ahlus Sunnah serta munculnya Bid’ah.” (dinukil dari kitab Imaam Ibnu Wadhdhah رحمه الله yang berjudul “Al Bida’ Wan Nahyu ‘Anha”)
o)      Imaam Al Fudhail bin ‘Iyaadh رحمه الله berkata:
“Ikutilah jalan-jalan kebenaran itu, dan jangan hiraukan walaupun sedikit orang yang mengikutinya ! Jauhkanlah dirimu dari jalan-jalan kesesatan dan janganlah terpesona dengan banyaknya orang yang menempuh jalan kebinasaan !” (dinukil dari kitab Imaam Asy-Syaathiby رحمه الله yang berjudul “Al I’tishoom”)
Sekian dulu bahasan pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan Allooh سبحانه وتعالى selalu melimpahkan taufiq dan hidayah kepada kita semua untuk istiqomah sampai akhir hayat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Jum’at malam, 11Muharrom1432 H – 17Desember 2010 M.

Sumber : https://ustadzrofii.wordpress.com/2010/12/21/mengapa-saya-memilih-manhaj-salaf/#comment-3868